IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Permintaan Insentif Besar, PoD IDD Chevron Dikembalikan

Permintaan Insentif Besar, PoD IDD Chevron Dikembalikan

Written By Indopetro portal on Friday, 29 April 2016 | 08:14

indoPetroNews.com-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengembalikan Plan of Development (PoD) proyek pembangunan laut dalam atau yang dikenal Indonesian Deep water Development (IDD) Chevron Indonesia. Ada apa?

“Dikembalikan. Karena  insentifnya tidak ada PSC kontrak. Yang paling utama itu,” kata Deputi  Pengendalian Operasi SKK Migas, Muliawan kepada indoPetroNews.com di Jakarta. Saat ditanyakan apa saja insentif yang diminta Chevron, Muliawan mengatakan, “Permintaan insentif yang besar”.

Menurut Muliawan, status PoD IDD Chevron sudah dikembalikan lagi. Mereka akan meneliti dan mengkaji kembali keekonomiannya. "Setiap Kontraktor KKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama,-red) tidak sama dalam menilai keekonomian setiap proyek. Mereka kan punya cost capital yang beda-beda,” papar Muliawan, sembari mengimbuhkan bahwa kalau proyek laut dalam biasanya resikonya lebih besar.

Sebagai catatan, IDD adalah proyek laut dalam yang dikembangkan oleh Chevron Indonesia Company (Cico) melalui empat production sharing contract yaitu: PSC Ganal, Rapak, Makassar Strait dan Muara Bakau. Terdapat lima lapangan gas yang akan dikembangkan dalam proyek IDD ini yaitu Lapangan Bangka, Gehem, Gendalo, Maha dan Gandang.

Cico akan mengembangkan 28 sumur bawah laut di lima lapangan yang terintegrasi melalui dua floating production unit (FPU) hub dan satu subsea tie-back. Dua FPU hub tersebut adalah Hub Gendalo yang merupakan fasilitas yang akan mengintegrasikan Lapangan Gendalo, Maha, dan Gandang di kedalaman 2.200 sampai 5.600 kaki dan Hub Gehem yaitu fasilitas produksi Lapangan Gehem di kedalaman 6.000 kaki.

Sementara Lapangan Bangka di kedalaman 3.200 kaki akan menjadi subsea tie back ke FPU West Seno yang sudah ada dan dioperasikan oleh Chevron. Fasilitas ini diperkirakan akan membutuhkan investasi antara US$ 4 sampai 7 miliar dolar. (Sofyan)


Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login