IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Sumsel Jadi Model Nasional Pengembangan Sport Tourism

Sumsel Jadi Model Nasional Pengembangan Sport Tourism

Written By Indopetro portal on Friday, 8 April 2016 | 14:07

Launching International Musi Triboatton 2016 di Balairung Kemenpar (1)

Menpar Arief Yahya mengapresiasi konsistensi Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam menggelar International Musi Triboatton (IMT) 2016. Dalam launching IMT di Balairung, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta, Kamis, 7 April 2016 malam, terlihat spirit Sumsel untuk menjadikan provinsinya sebagai jagonya sport tourism. Olahraga yang didesain untuk mendatangkan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara.

Karena itulah Menpar Arief Yahya menetapkan Sumatera Selatan sebagai Model Nasional Pengembangan Sport Tourism Indonesia. “Saya agak lama mengutak-atik dan menganalisa Sumsel dari teropong pariwisata. Di mana keunggulan kompetitif Sumsel ditarungkan dengan destinasi yang lain. Saya simulasi, Musi versus Danau Toba. Hasilnya draw, tidak ada deferensiasi, artinya Musi tidak akan bisa mengalahkan Danau Toba, kalau ada wisatawan yang harus memilih satu dari dua destinasi itu!” jelas Arief Yahya yang ahli menciptakan portofolio bisnis itu.

Lalu masuk ke konsep 3A, Atraksi, Akses, dan Amenitas. Mantan Dirut PT Telkom inipun membedah A yang pertama, Atraksi. “Dari sisi cultural (budaya), Sumsel sangat kuat. Produk budaya nomor satu adalah kuliner, dan Sumsel punya empek-empek yang sudah mendunia. Lalu fashion, kain songket jumputan yang ditampilkan di acara launching itu keren, ringan, anak-anak muda pasti suka dan tidak meninggalkan unsur budaya songketnya,” sebut Arief yang nilainya cukup kuat.

Dari sisi nature (alam), lanjut dia, Sumsel punya Sungai Musi, sungai terpanjang di Pulau Sumatera, 750 kilometer, dikenal sebagai alat transportasi sejak zaman Sriwijaya. Kerajaan yang punya historis panjang dan pernah menjadi yang terbesar di Nusantara. Ada Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Danau Ranau, dataran tinggi Pagaralam, dan lainnya. Nilainya cukup kuat juga.

Dari sisi man made (wisata buatan), ada MICE – Meetings, Incentives, Conferences dan Exhibitions, ada Theme Park seperti Ancol, dan Sport Tourism. “MICE, pilihan orang ke Bali, Jakarta, Jogjakarta, dan Bandung. Theme Park, saya kira sulit mengalahkan Ancol Jakarta. Yang paling bisa unggul adalah Sport Tourism. Belum ada yang menyaingi kalau sport tourism,” jelas Arief Yahya yang pernah dinobatkan sebagai Marketeer of The Year 2013 itu.

Kalau sudah tahu posisi kekuatannya, maka A (atraksi) sudah ada yang bisa dijagokan. Sisanya, A (akses) dan A (amenitas), itu bisa dikeroyok bersama-sama. “Saya saya ajarin bagaimana membangun KEK –kawasan ekonomi khusus—Pariwisata. Untuk menjamin amenitasnya level dunia, sehingga orang berkunjung ke Palembang dan Sumsel itu mendapatkan apa yang mereka cari. Dari hotel, restoran, cafĂ©, golf course, transportasi local, dan semua yang dibutuhkan oleh wisatawan untuk nyaman di destinasi Sumsel itu,” kata dia.

Masih ada satu poin lagi yang membuat Arief Yahya ikut pede, menjadikan Sumsel sebagai model sport tourism itu. Yakni CEO Commitment, atau perhatian dan komitmen gubernur dan kepala daerah lainnya sangat tinggi. “Terus teras, saya melihat sosok Gubernur Alex Noerdin ini sangat pede, karena itu saya juga ikut pede. Beliau sudah membuktikan di banyak event olahraga internasional, Sumsul bisa menghandle dengan baik. Dan itu dilakukan terus secara konsisten,” paparnya.

International Musi Triboatton 2016 ini bisa dijadikan event perdana untuk mensupport Sumsel sebagai event Sport Tourism. Karena itu, Menpar meminta agar ini dikemas dengan baik, dipromosikan dengan optimal, sekaligus road to ASIAN Games 2018. “Buat 10 event menuju Asian Games 2018 itu, dan terus dipromosikan,” sebut Arief Yahya.

Sumsel juga sudah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah MotoGP 2018, yang pernah dihitung plus minusnya oleh Menpar Arief Yahya. Semua MotoGP bakal dilangsungkan di Sentul, tetapi karena lahannya milik private sector, banyak potensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Karena pemerintah akan menginjeksi pembangunan infrastruktur. Sumses menawarkan diri, dengan lahan baru yang dijamin Gubernur Alex clear and clean.

“Saya sudah ketemu Dorna pemilik MotoGP dan sudah salaman di sini, Kantor Kemenpar. Saya sudah hitung, total valuenya Rp 3T, dengan asumsi penonton 120 ribu, spendingnya USD 1.000 biar aman (dari standar UNWTO USD 1.200 per visit), dan USD 1 sama dengan Rp 13.000. Maka direct impact-nya Rp 1,3T, jika dibulatkan ke bawah Rp 1T. Yang besar justru media value-nya, yang untuk ukuran sport tourism yang sudah mapan, perbandingannya 1/3 : 2/3,” kata dia.

Dari hitungan sederhana itu, maka media valuenya Rp 2 T, ditambah dengan direct impact Rp 1T, totalnya Rp 3. Mengapa media value-nya tinggi? MotoGP itu diliput oleh 62 global TV broadcaster, disebar di 207 negara secara live. “Anda bisa bayangkan, empek-empek akan sangat terkenal di dunia, kain songket jumputan akan ngetop, dan potensi wisata di sekitar Sumsel ikut terdongkrak,” ungkap pria asal Banyuwangi Jawa Timur itu.

Gubernur Alex Noerdin tampak serius memperhatikan hitungan dan logika berpikir korporasi ala Menpar Arief Yahya. Sepertinya pria asli Palembang yang lahir 9 September 1950 dan sudah periode kedua menjabat sebagai Gubernur Sumsel itu cukup terinspirasi oleh cara menetapkan provinsinya agar juara dan punya daya saing yang kuat. “Memang orang akan berpikir, mana yang harus didahulukan? Seperti ayam dan telur? Kemenpar akan membantu menjadi pemantik, dengan mempromosikan event-event internasional, dari International Musi Triboatton 2016 ini," ujarnya.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login