IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Antisipasi Krisis Energi Fosil, PLN Genjot Pemanfaatan EBT

Antisipasi Krisis Energi Fosil, PLN Genjot Pemanfaatan EBT

Written By Indopetro portal on Monday, 30 May 2016 | 13:40

indoPetroNews.com-Pemerintah terus mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) ditengah makin menipisnya energi berbasis fosil. Bahkan ditargetkan mencapai porsi 25% pada 2025.

Sebagai upaya mengantipasi ancaman krisis energi, pemerintah mendorong PT PLN (Perusahaan Listrik Negara) untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak mengembangkan EBT. Karena itu, PLN melaksanakan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) dan kontrak pembelian excess power dengan Pengembang Pembangkit EBT tersebar di Regional Sumatera dengan total kapasitas 127,6 MW dan penandatanganan MOU pengembangan pembangkit EBT sebesar 21 MW.

"Kita menyambut baik kerjasama ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mengantipasi krisis energi," kata Direktur Utama (Dirut) PT PLN, Sofyan Basyir, Senin (30/5/2016) di Jakarta. Sofyan mengungkapkan bahwa di beberapa negara maju, EBT sudah dikembangkan mengingat energi minyak sudah mulai redup. "Arab Saudi pun kini telah canangkan menyetop konsumsi minyak pada 2030," terang Sofyan.

Adapun rincian Iokasi- Iokasi pembangkit EBT dan excess power yang PPA nya di tandatangani tersebut antara lain: Provinsi Sumatera Utara : Pembangkit Mini Hidro dengan pengembang PT. Bakara Energi Lestari sebesar 10 MW terletak di desa Siunong-Unong Humbang Hasundutan. Selain itu Pembangkit Listrik tenaga Biogass sebesar 1 MW dengan pengembang PT Siringo-ringo terletak di Desa Sidomulyo, Labuhan Batu. Provinsi Riau : Pembangkit Biomass sebesar 15 MW dengan pengembang PT. Riau Prima Energi berlokasi di Pangkalan Kerinci. Pembangkit berbahan bakar Biogas sebesar 1 MW juga akan dibangun di Pasir oleh pengembang PT. Permata Hijau Sawit. Selain itu ada juga PLTMG (excess power) sebesar 25 MW di Pelalawan dengan pengembang PT. Langgam Power. Provinsi Sumatera Barat : PLTM 13,4 MW akan dibangun di Desa Pelangai Gadang, Pesisir Selatan oleh pengembang PT. Dempo Sumber Energi. Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu : PLTMH dengan total daya sebesar 21,2 MW akan dibangun tersebar di Kota Agung Lahat, Banding Agung-OKU Selatan, Muara Kisam-OKU Selatan, Padang Guci Hulu-Seluma, Kepahiang, Rejang Lebong dan Bengkulu Utara yang akan dibangun oleh pengembang PT. Green Lahat, PT. Nusantara Indah Energindo, PT. Midigio, PT. Sahung Brantas Energy, PT. Malaka Guna Energi, PT. Tropisindo Sumber Energi dan PT. Klaai Dendan Lestari. Provinsi Bangka Belitung : Pembangkit Biomass dan Biogas dengan total daya sebesar 14 MW akan tersebar di desa Cengkong Abang sebesar 2 MW yang dikembangkan oleh PT. Bangka Biogas Sinergy, di Desa Mempaya Bangka sebesar 7 MW dikembangkan oleh Belitung Energy dan di Desa Tempilang Belitung sebesar 5 MW dikembangkan oleh Listrindo Kencana. Provinsi Lampung : PLTM yang dikembangkan oleh PT. Uway Energy Perdana sebesar 7 MW akan dibangun di Desa Kemu, Kab Way Kanan. Selain itu Pembangkit Biomass juga akan dibangun sebesar 3 MW di desa Gunung Batin Lampung Tengah oleh PT. Gunung Madu Plantations. Excess Power PLTU sebesar 17 MW dari PLTU Pelabuhan Tarahan sebesar 10 MW dan PLTU PT. Budi Starch & Sweetener Tbk sebesar 7 MW juga akan menambah daya di Lampung.

Sementara di Puiau Simuieu Aceh akan dikembangkan pembangkit dengan bahan bakar CPO sebesar 5 MW. Sampai dengan Mei 2016, Pembangkit Listrik Mini Hidro (kapasitas 10 MW) yang sudah beroperasi di wilayah Sumatera sebesar 115 MW yang tersebar di 31 Iokasi, sementara 130 MW pada yang tersebar pada 18 lokasi memasuki fase konstruksi. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login