IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Direksi Pertamina Diharapkan Selidiki Akuisisi Sugih Energy

Direksi Pertamina Diharapkan Selidiki Akuisisi Sugih Energy

Written By Indopetro portal on Friday, 27 May 2016 | 15:12

indoPetroNews.com-Akuisisi Pertamina terhadap Sugih Energy memunculkan tanda tanya dari sejumlah kalangan. Pasalnya, raport aktivitas & keuangannya diragukan. Karena itu, Direksi dan manajemen Pertamina diminta untuk menyelidiki proses akuisisi tersebut.

"Apakah pihak Dana Pensiun (Dapen) Pertamina telah memeroleh informasi yang benar terkait "kesehatan" dari kinerja dan keuangan Sugih Energy. Portofolionya Sugih menjanjikan atau tidak? Bisa memberikan prospek deviden bagi investor atau tidak," tanya Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman kepada indoPetroNews.com Jumat (27/5) di Jakarta.

Seperti diketahui, Dapen Pertamina mengakuisisi 8,1 persen saham PT Sugih Energy Tbk pada Oktober 2015.

Yusri mempertanyakan dasar pertimbangan apa Dapen Pertamina memutuskan membeli saham tersebut.

Menurut Yusri, jika dalam proses akuisisi tersebut ternyata ada panduan kerja (Standard Operating Procedures/SOP) yang dilanggar dan tidak memenuhi prinsip kehati-hatian, publik akan membaca sebagai indikasi tindakan ceroboh.

“CERI sangat mendukung bila manajemen dan direksi Pertamina melakukan penyelidikan terkait proses akuisisi tersebut. Jangan sampai karena tindakan ceroboh maka Dapen Pertamina sebagai institusi dirugikan. Ini juga menyangkut nama baik induk Dapen, yakni Pertamina. Bahkan, kalau ditemukan tindak pelanggaran, secepatnya dilaporkan kepada penegak hukum atas dugaan kecerobohan direksi Dapen Pertamina yang menyetujui proses akuisisi tersebut,” tegas Yusri.

Yusri menambahkan, penyelidikan pertama bisa dilakukan menyangkut dana investasi pembelian saham tersebut. “Dana Rp 700 miliar untuk akuisisi tersebut apakah saat ini masih bernilai sebesar itu? Padahal publik semua tahu bahwa Sugih Energy saat ini dalam posisi minus alias lebih banyak kewajiban dibanding nilai aset dan pemasukannya," kata konsultan beberapa perusahaan migas ini.

Sebagai catatan, laporan keuangan Sugih Energy pada 2014 mencatat, pada 2014 perseroan memiliki aset senilai USD 543,73 juta atau setara Rp 7,4 triliun (kurs Rp 13.542). Aset tersebut terdiri atas aset lancar USD 32,91 juta (Rp 445,66 miliar) dan aset tidak lancar USD 510,82 juta (Rp 6,92 triliun).

Sementara, perseroan, memiliki utang yang harus dilunasi (liabilitas) mencapai USD 246,17 juta atau setara Rp 3,34 triliun (kurs Rp 13.585). Total liabilitas emiten berkode SUGI tersebut terdiri atas jangka panjang USD 101,64 juta (Rp 1,38 triliun) dan jangka pendek USD 144,53 juta (Rp 1,96 triliun).

“Lihat saja keuangan Sugih. Asetnya hanya Rp 7,4 triliun, itupun mayoritas merupakan aset tidak lancar. Utangnya pun besar, sampai Rp 3,34 triliun, sementara pendapatannya pada 2014 hanya sekitar Rp 72,88 miliar namun mengalami rugi bersih hingga Rp 63,06 miliar. Apakah ini termasuk kategori perusahaan sehat? Belum lagi perusahaan ini sempat beberapa kali di-suspend di bursa efek,” tandasYusri. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login