IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Hari Ini Harga Minyak Mentah Naik 8 Persen

Hari Ini Harga Minyak Mentah Naik 8 Persen

Written By kusairi kusairi on Monday, 16 May 2016 | 12:57

indoPetroNews,com-Aksi spekulan yang bertaruh bahwa harga minyak mentah Eropa, Brent, bakal terus naik telah mendorong harga minyak selama sebulan ini.

Dilansir Reuters, Senin, (16/5/2016), harga minyak sudah naik sekitar delapan persen ke level lebih dari US$40 per barel pada April lalu. Harga minyak dunia di pasar internasional diperdagangkan di US$46,24 per barel, pada pekan lalu.

Organisasi eksportir minyak dunia (OPEC) mengatakan spekulan telah mendongkrak harga minyak, meski demikian secara fundamental suplai minyak masih berlebihan di pasar.

OPEC memprediksi permintaan minyak mentah dunia tidak akan berubah di 120 juta barel per hari. OPEC akan melakukan pertemuan pada 2 Juni 2016 nanti untuk membicara kondisi pasar minyak dunia saat ini.

Sejauh ini, OPEC telah memutuskan untuk tetap memproduksi minyak dengan kapasitas maksimum demi mempertahankan pangsa pasarnya melawan kompetitor produsen minyak non-OPEC.

Perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, sudah mengindikasi bahwa produksi minyaknya akan lebih tinggi sedikit tahun ini.

Analis mengatakan turunnya suplai dari produsen minyak seperti Nigeria, Amerika dan China mendorong kenaikan harga. Walaupun, juga ada kenaikan produksi di beberapa tempat lain.

"Minyak berjuang untuk naik dari harga sebelumnya, seiring produksi dari Kanada negatif," ungkap ANZ bank.

Di Nigeria, perusahaan minyak utama Exxon Mobil menghentikan ekspor dari ladang minyak terbesar negara itu, Qua Iboe.

Sementara perusahaan minyak lain seperti Royal Dutch Shell dan Chevron menderita akibat disrupsi sabotase, memangkas produksi minyaknya menjadi yang terendah dalam satu dekade di level 1,65 juta barel per hari.

Di benua Amerika, eksportir minyak utama venezuela terlilit masalah politik yang melemahkan perekonomian negara itu, memicu ketakutan default atau gagal bayar perusahaan minyak nasionalnya yakni PDVSA.

PDVSA harus membayar bond sejumlah 5 miliar dollar AS yang jatuh tempo pada tahun ini. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login