IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Komite Gabungan Pengelolaan Gas Masela Belum Tentukan Lokasi

Komite Gabungan Pengelolaan Gas Masela Belum Tentukan Lokasi

Written By Indopetro portal on Wednesday, 25 May 2016 | 11:04

indoPetroNews .com-Komite gabungan percepatan pengelolaan gas Blok Masela akan mempersiapkan sumber daya manusia  (SDM) serta infrastruktur yang dibutuhkan.“Bahkan ada juga yang mempersiapkan lokasi tanahnya,” kata Direktur Pembinaan Hulu Minyak dan Gas Bumi Direktorat Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto kepada indoPetroNews .com, Selasa (24/5/2016) di Jakarta.

Ketika ditanyakan apakah lokasi yang akan dijadikan pembangunan dan pengembangan gas Blok Masela, Djoko pun menegaskan belum ditentukan. “Belum. Masih jauh itu,” katanya. Dan yang mengajukan semua hal tersebut adalah tim gabungan. “Ada tim dari daerah, Universitas Pattimura, SKK Migas, Dirjen Migas, BPH Migas, serta beberapa instansi kementerian terkait. Nanti semuanya tandatangan bila telah disepakat,” ujar Djoko.

Tugas tim gabungan, imbuh Djoko, juga menginventarisir semua kebutuhan terkait pembangunan gas Masela. “Dan ini sedang dilakukan oleh Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Manusia, Rizal Ramli," tandas Djoko.


Sebagai catatan, rencana revisi PoD Blok Masela sebelumnya telah diajukan oleh Inpex dan Shell Upstream Overseas Services Ltd pada tahun 2014 setelah ditemukannya cadangan baru gas di Lapangan Abadi, Blok Masela dari 6,97 TCF ke angka 10,73 TCF pada tahun 2014.

Di dalam revisi PoD tersebut, kedua investor menginginkan skema pembangunan fasilitas offshore dengan kapasitas 7,5 MTPA dan perkiraan waktu Final Investment Decision  (FID) pada 2018.

Inpex dan Shell bisa membangun fasilitas LNG asalkan mendapat persetujuan dari Menteri ESDM karena ditemukan cadangan baru. Jika Menteri ESDM menandatangani revisi PoD tersebut, maka pembangunan fasilitas LNG terbesar di dunia itu sudah bisa dimulai.

Namun pada Maret lalu, Presiden Joko Widodo memutuskan pengembangan Blok Masela dilakukan secara onshore karena dinilai memiliki dampak turunan yang lebih besar bagi masyarakat. Oleh karenanya, Kontraktor KKS perlu menyusun kembali PoD yang dibutuhkan. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login