IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Menarik Investor, Pemerintah Diminta Insentif Eksplorasi dan Kemudahan Perizinan-Pajak

Menarik Investor, Pemerintah Diminta Insentif Eksplorasi dan Kemudahan Perizinan-Pajak

Written By Indopetro portal on Friday, 13 May 2016 | 17:07

indoPetroNews.com-Ditengah anjloknya harga minyak mentah dunia, sejatinya pemerintah memberikan kemudahan agar menarik minat investor migas. Namun bagaimana fakta investasi migas di Tanah Air? “Indonesia saat ini menjadi negara yang kurang menarik bagi investor migas,” kata Marjolijn Wajong, Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA), dalam keterangan tertulisnya yang diterima indoPetroNews.com Jumat (13/5/2016).

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, kata Marjolijn Wajong, industri minyak dan gas (migas) Indonesia telah menjadi industri yang diatur dengan ketat, ditambah lagi dengan regulasi dari beberapa kementerian yang tidak terkoordinasikan dan tidak terpadu satu sama lain. Situasi ini membawa kesulitan ketika kontraktor melakukan kegiatan eksplorasi.

Guna menggalakkan eksplorasi, kata Marjolijn, IPA mendesak Pemerintah Indonesia menghilangkan atau menghapuskan hambatan-hambatan tersebut, misalnya pengadaan lahan, pemajakan tak langsung, proses pengembalian area kerja dan perizinan.

Penyebab dari penurunan kinerja eksplorasi di Indonesia beberapa dasawarsa terakhir disebabkan beberapa faktor. "Faktor tersebut di antaranya kondisi geologis yang kompleks, keterbatasan data, regulasi dan kebijakan fiskal yang kurang menarik," ujar Marjolinj.

Peluang eksplorasi di Indonesia sebagian besar berada di lokasi yang terpencil, seperti Indonesia bagian timur, di mana hanya terdapat sedikit infrastruktur dan jasa pendukung. Faktor ini berakibat pada mahal dan lamanya kegiatan eksplorasi dan produksi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia, diakui Marjolijn, terus membaik dan menjadi pendorong kunci bagi pertumbuhan di kawasan. Namun, katanya, masih terdapat beberapa tantangan di industri minyak dan gas (migas), termasuk hambatan regulasi dan kebijakan dalam masa eksplorasi.

"Penyelesaian tantangan ini akan memungkinkan Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi," imbuh Marjolinj. Dengan peningkatan eksplorasi, lanjutnya, akan berakibat pada peningkatan produksi, mekanisme untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi—seperti pemberian insentif dan penghapusan hambatan investasi— akan menguntungkan semua pihak.

Menurut pandangan Marjolinj, kegiatan eksplorasi di Indonesia saat ini, sudah sangat rendah. Jumlah sumur yang dibor beberapa tahun terakhir sangat sedikit dan tanpa temuan yang signifikan. "Situasi ini diperparah dengan turunnya harga minyak pada 2014 hingga 2016 ini," papar Marjolinj. Karena itu, lanjut Marjolinj, industri  migas Indonesia berada pada tahap kritis karena produksi yang terus menurun dan permintaan yang terus meningkat, dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) membayarkan biaya yang timbul selama tahap eksplorasi, imbuh Marjolinj, tak dapat melanjutkan ke tahap produksi dan tidak mendapatkan perlakuan pengembalian biaya (cost recovery). "Meskipun begitu, Kontraktor KKS masih menghadapi kesulitan yang sangat berat dalam perizinan dan persetujuan pada tahap eksplorasi," ujarnya.

Selanjutnya, ungkap Marjolinj, proses perizinan dan persetujuan pada tahap eksplorasi seharusnya disederhanakan.

"Insentif yang menarik adalah mengizinkan satu kontraktor untuk memegang lebih dari satu KKS selama tahap eksplorasi," kata Marjolinj. Kontraktor yang sama dapat melakukan kegiatan eksplorasi pada beberapa area kontrak. Apabila ditemukan cadangan yang ekonomis, pada kontraktor tersebut akan diterapkan ring-fencing.

Bagi Kontraktor KKS yang sudah pada tahap produksi, ungkap Marjolinj, IPA merekomendasikan untuk tidak diberlakukan ring-fencing dalam area kontrak—nantinya, biaya eksplorasi akan mendapatkan cost- recovery dari produksi yang ada. Karena itu, kata Marjolinj, pihaknya
memandang industri migas Indonesia perlu segera berbenah.(Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login