IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Menpar Arief Yahya Ajak HKBP Bangun Danau Toba

Menpar Arief Yahya Ajak HKBP Bangun Danau Toba

Written By Indopetro portal on Monday, 30 May 2016 | 13:18

petroWisata.indoPetroNews.com- Mesin A-B-G-C-M yang dinyalakan Menpar Arief Yahya terus bergulir dan menemukan bentuk konkretnya. Menjadikan gabungan akademition, business, goverment, community dan media sebagai subjek dalam membangun destinasi pariwisata. Pun juga yang terjadi dengan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Danau Toba. Kelima usur itu disebut sebagai pentahelix.

Sabtu, 28 Mei 2016, Menlar Arief Yahya mendatangi seminar yang diprakarsai Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kebayoran Baru, Jakarta. Tujuannya adalah, Bersatu untuk Danau Toba! tema yang diangkat: "Peran Gereja Mendukung Badan Pariwisata Danau Toba", Gereja HKBP Kebayoran Baru, Jakarta.

Menpar Arief Yahya disambut pimpinan tertinggi Ephorus HKBP Pdt. Dr. S. A. E. Nababan, Pdt. Frits Hutapea, STh dan Ketua Panitia HUT-65-Tahun HKBP Kebayoran Baru Paul Lubis di Gereja HKBP Kebayoran Baru. Gereja HKBP yang dia kunjungi memang berada di Jakarta. Tetapi komunitas (community) gereja HKBP punya pengaruh yang kuat di masyarakat Tapanuli, termasuk di Danau Toba.
Arief Yahya tertarik dengan undangan seminar yang mereka buat, karena tujuannya untuk mensukseskan program percepatan pembangunan Toba. Didampingi Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi, Hiramsyah S Thaib, dia menjelaskan progres pengembangan Danau Toba sebagai "Bali Baru" di Sumatera Utara.

Mengapa Toba dijadikan satu dari 10 destinasi prioritas itu? Partama, dari atraksinya, Toba sangat kuat. Memiliki alam yang indah, historis kaldera yang kuat, bekas ledakan dahsyat ribuan tahun silam. "Alam atau naturenya sendiri sudah memikat," kata Arief Yahya.

Lalu culture-nya, atau budaya Tapanuli juga sangat kaya dan berkarakter. Seperti halnya Bali yang kaya akan budaya, Toba dengan budaya Bataknya juga sangat kuat mengakar. "Itu adalah kekuatan lain di Toba. Jadi kami justru akan mendorong budaya itu semakin kuat untuk menjadi daya tarik wisatawan. Budaya itu semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan," jelas Arief Yahya.

Memang ada yang confuse soal Bali Baru di 10 Destinasi itu. Bukan menjadikan destinasi itu dengan budaya Bali, dengan tarian Bali, kecak, legong dan gamelan yan khas itu. Atau meng-Hindu-kan orang Batak. Bukan itu yang dimaksud. Tetapi menjadikan destinasi Toba dikunjungi oleh 4 juta wisman setahun, seperti yang terjadi di pulau dewata Bali itu. "Bali baru itu maksudnya, potensinya menjadi destinasi unggulan yang dikunjungi jutaan wisman," ungkap Arief.

Target Toba di 2019 hanya 1 juta, tentu itu angka yang fantastik jika dilihat dari sekarang ini. Tetapi lihat saja, ketika Direct Flight ke Kuala Namu semakin banyak. Jalur Silangit dan Sibisa semakin ramai. Jalan tol dari Kuala Namu -Tebing Tinggi dan Pematang Siantar-Parapat, maka akses nya semakin terbuka. (*)
[29/05 08:00] Irwan One Epic: Menpar Arief Yahya Luncurkan Kalender Event Riau 2016

JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachmad, meluncurkan Calendar of Event Riau 2016 di Balairung Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (27/5) malam. Agenda itu adalah bentuk dukungan Kementerian Pariwisata terhadap pencapaian target kunungan wisatawan di Provinsi Riau.

Akan ada sejumlah acara unggulan pariwisata dalam Calendar of Event Riau 2016 yang menyoroti daya tarik alam, budaya dan daya tarik wisata buatan Riau. Ada even Bono yang siap menyapa pada 4 - 6 November 2016, Tour de Siak,  ajang balap sepeda di Kabupaten Siak Sri Indrapura pada 21 - 25 September 2016.

Ada juga lomba balap perahu Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi pada 24 - 28 Agustus 2016. Sementara acara ritual Bakar Tongkang akan berlangsung di Bagan Siapi-api, Rokan Hilir, Riau pada 20-21 Juni 2016.

Acara Gema Muharram pun siap gelar pada 1 hingga 2 Oktober 2016. Lalu Riau Marathon yang akan melibatkan pelari marathon berkelas dunia yang akan digelar di Pekanbaru pada  11 Desember 2016 nanti. Selain itu terdapat sejumlah destinasi dan objek wisata yang layak dikunjungi di Provinsi Riau dan objek Wisata Bahari di Pantai Rupat di Kabupaten Bengkalis pada 14 hingga 17 November 2016.

“Pilihan Riau menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan adalah pilihan yang sangat tepat. Riau sudah tidak bisa mengadalkan minyak bumi dan Crude Palm Oil (CPO). Ke depan, kedua komoditas ini kecenderungannya terus menurun,” kata Arief Yahya, Jumat (27/5) malam.

Dalam tiga tahun terakhir komoditas lain terus menunjukkan penurunan. Hanya pariwisata saja yang trennya naik. Sektor ini ada di posisi nomor empat penghasil devisa setelah minyak, batu bara dan kelapa sawit. “Pada tahun 2020 penghasilan devisa dari minyak bumi, trennya akan menurun tajam begitu juga dari CPO. Sedangkan pariwisata trennya meningkat dan akan menjadi penghasil devisa terbesar yang mencapai Rp 240 triliun,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Marketeer of The Year 2013 itu mengatakan, Riau mempunyai beragam atraksi menarik. Festival budaya Pacu Jalur dan Bakar Tongkang misalnya. Dua tradisi yang telah berjalan seabad lebih itu terbukti mampu mengundang banyak wisatawan, termasuk wisman etnis Tionghoa yang mencapai 20 ribu orang. Riau juga memiliki even wisata petualangan (adventure tourism) dan wisata olahraga (sport tourism) yang sangat prospektif. Sejumlah daya tarik itu, diyakini bisa menarik wisatawan domestik dan  wisatawan mancanegara (wisman).

“Jadi memang yang memengaruhi wisman berkunjung itu adalah even dan wisata yang disajikan. itu haruslah memenuhi standar kelas dunia. Selain itu akses transportasi juga harus diperhatikan, misalnya bandara harus tingkat internasional,” kata mantan Dirut Telkom itu.

Sejalan dengan hal ini, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan bahwa provinsi yang disebut "Bumi Lancang Kuning" tersebut tidak hanya identik dengan hasil minyak bumi dan hamparan kelapa sawit. Saat ini, ada juga potensi wisata yang sedang digali. “Bumi Lancang Kuncing ini juga sedang berbenah dalam mengembangkan sektor pariwisatanya yang dapat menggerakkan roda perekonomian,” ujar Rachman.

Pada tahun 2015, sektor pariwisata Riau sempat mendapat pengakuan global. Riau yang mewakili Indonesia pada China-ASEAN Expo 12th di Nanning, Tiongkok, Riau meraih predikat City Of Charm untuk penampilan seni dan budaya yang diperlombakan. (*)

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login