IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Pengamat : Ketidakefisienan Pertamina Bisa Capai USD 2,5 miliar - USD 3, 5 Miliar

Pengamat : Ketidakefisienan Pertamina Bisa Capai USD 2,5 miliar - USD 3, 5 Miliar

Written By kusairi kusairi on Monday, 30 May 2016 | 10:31

indoPetroNews.com - Klaim Direktur Pertamina, Dwi Soetjito, bisa menekan angka losses  minyak mencapai angka 0.35% bukanlah berita baru. Justru yang terjadi inefisiensi. Pasalnya, perusahaan energi plat merah ini sejak akhir 2013 berhasil tekan tingkat kehilangan (losses) arus minyak mencapai angka 0.35%.

“Kalau Direksi sekarang bisa menekan mencapai 0.25% barulah kita bisa katakan Dirut berprestasi dan keren,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) kepada indoPetroNews.com Senin (30/5/2016) di Jakarta.

Padahal, ungkap Yusri, kehilangan minyak yang tidak terukur (masih tinggi) justru terjadi pada saat aktifitas di hulu, perjalanannya ke kilang pengolahan dan tangki serta depot BBM, hingga ke SPBU. “Faktanya, alat ukur di Direktorat Hulu dan Dit Pengolahan dengan Direktorat Pemasaran saja masih berbeda, bisa berpotensi memperbesar losses,” terang Yusri.

Yusri juga mempertanyakan apakah semua peralatan ukur tersebut sudah terkalibrasi dengan baik sepanjang waktu. “Sebab sebagian masih memakai ATG (Automatic Tank Gauge) baik di kilang Direktorat Pengolahaan dan Direktorat Pemasaran masih menggunakan Metering,” paparnya.

Yusri menjelaskan, "Sekarang hitung saja berapa selisih lossesnya dengan komsumsi BBM kita per harinya 1, 5 juta bbls × USD 50 bbls × 0.035 = USD 2.625.000 perhari. Atau 1,5 juta bbls ×USD 50 /bbls × 0.05 = USD 3.750.000 perhari dengan asumsi harga minyak USD 50 per barel," papar Yusri, sembari menambahkan bahwa nilai losses arus minyak setahunnya bisa mencapai USD 1,3 miliar hingga 1.5 miliar.

Bahkan Yusri memprediksi ketidakefisienan Pertamina bisa mencapai sekitar USD 2,5 miliar hingga USD 3, 5 miliar. “Jumlah tersebut meliputi jumlah losses ditambah Biaya Pokok Produksi (BPP) kilang yang tidak efisien dan dugaan mark up import minyak mentah dan BBM yang tidak langsung ke Produsen MNOC atau National Oil Company (NOC) serta Kilang BBM di luar negeri tetapi melalui trading company yang dilakukan Integrated Supply Chain (ISC) saat ini,” tegas Yusri seraya berharap agar jumlah nilai uncounted losses arus minyak tercermin juga dalam neraca laporan keuangan Pertamina.

Menurut Yusri, Pertamina dapat dikatakan berhasil melakukan efisiensi apabila tingkat lossesnya terukur (counted loss) lebih besar dari kehilangan yang tidak terukur (uncounted loss). Oleh sebab itu, Yusri mendukung upaya menyatukan Direktorat Pengolahaan dengan Direktorat Pemasaran sebagai sebuah Direktorat Hilir. “Penyatuan ini adalah keniscayaan yang harus dikaji untuk mencapai efisiensi Pertamina menjadi pemain di kancah global,” tegas Yusri.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) meraih efisiensi hingga US$200 juta pada tahun ini. "Tahun ini target sekitar US$105 juta dan apabila terus dipertahankan kinerja saat ini kami yakin bisa US$200 juta,” kata Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto.

Sementara Direktur SDM dan Umum PT Pertamina, Dwi Wahyu Daryoto mengungkapkan setelah pada 2015 Pertamina berhasil turunkan losses ke angka 0,34% atau jauh di bawah angka batas toleransi internasional 0,5%, pada tahun ini Pertamina menargetkan losses hanya 0,2% dengan nilai efisiensi sebesar US$105 juta. Namun, kata dia, dalam empat bulan terakhir terdapat tren positif di mana losses terus semakin rendah dengan nilai efisiensi yang diperoleh telah mencapai 83% dari target tahunan.

“April tingkat losses bahkan sudah di angka 0,19%. Dengan tren ini kami yakin pada Juni ini target tahunan sudah tercapai dan akhir tahun ini kami optimistik efisiensi US$200 juta bisa diperoleh,” kata Dwi Daryoto. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login