IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Perusahaan Migas Asing Dinilai Lakukan PHK Secara Terselubung

Perusahaan Migas Asing Dinilai Lakukan PHK Secara Terselubung

Written By Indopetro portal on Monday, 23 May 2016 | 10:50

indoPetroNews.com-Melemahnya harga minyak mentah di pasar dunia berbuntut panjang. Tidak sedikit perusahaan minyak dan gas (migas) asing melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan beragam mudus terselubung. “Banyak perusahaan migas asing asing mulai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan berbagai cara terselubung karena tidak mampu menghadapi harga minyak dunia yang volatile,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Minyak dan Gas Bumi Indonesia (KSPMI), Faisal Yusuf Rasyid kepada indoPetroNews.com, Senin (23/5/2016) di Jakarta.

KSPMI, ungkap Faisal Yusuf Rasyid, sudah memberikan masukan kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bahwa pengurangan pekerja sebagai solusi menghadapi situasi migas dunia adalah naif. “Biaya pekerja hanya 7% dari total cost tidak akan berpengaruh mengurangi biaya,” imbuhnya. 

KSPMI menyampaikan aspirasi efisiensi di segala lini, khususnya biaya yang menggunakan cost recovery. Penghematan dapat diperoleh sampai 10% dengan efisiensi. 

“KSPMI menyampaikan rasa salutnya kepada Pertamina yang menjalankan program efisiensi dengan luar biasa tanpa PHK. Malah pertamina membuka peluang penerimaan pekerja baru, sebanyak 900 pekerja baru. Ini semangat Nasionalisme migas yang kuar biasa!” tegas Faisal Yusuf Rasyid. Bukan seperti perusahaan asing yang semangatnya hanya Kapitalisme dengan mengorbankan pekerja nasional. 

Faisal Yusuf Rasyid menengarai bahwa pekerja asing dalam satu perusahaan migas terlalu banyak padahal tidak diperlukan di saat pengembangan dan proyek yang stagnan. “Tapi kenapa mereka dipertahankan. Gaji 1 asing yang tak diperlukan itu sama dengan 10 pekerja nasional yang jatuh bangun di lapangan,” papar Faisal Yusuf Rasyid, sembari berharap pemerintah segera membatalkan seluruh kontrak migas perusahaan migas asing yang mem PHK pekerja nasional. 

Pihak KSPMI telah menyurati Presiden Joko Widodo pada 10 Mei 2016. Surat bernomor 021/KSP-MI/V/2016 berisi permintaan kepada Presiden agar untuk mengambil tindakan strategis kepada perusahaan asing, termasuk Citic Seram Energy Limeted (CSEL) yang telah melakukan agenda PHK kepada beberapa pekerjanya. Tindakan tersebut (PHK) dapat dikategorikan sebagai union busting dan dilarang oleh UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. 

Surat kepada Presiden tersebut juga ditembuskan kepada pimpinan DPR, Menteri ESDM, Menteri Ketenagakerjaan, Kepala SKK Migas, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja di lingkunganKSPMI, Ketua Umum SPNCEL dan Presiden CSEL. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login