IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » SKK Migas Komitmen Majukan Industri Kemaritiman Indonesia

SKK Migas Komitmen Majukan Industri Kemaritiman Indonesia

Written By Indopetro portal on Wednesday, 11 May 2016 | 10:45

indoPetroNews.com-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatam Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berkomitmen untuk turut memajukan industri kemaritiman Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi saat membuka seminar "The Building of FPSO" yang diselenggarakan oleh Bremar Scifftechnik dan disupport oleh SKK Migas pada Rabu (11/5/2016) di Lt. 9 Plaza City Jakarta.

"SKK Migas saat ini mengelola atau mengoperasikan 620 kapal operasional. Jumlah ini lebih dari kapal yang dioperasikan oleh Angkatan Laut dan kementerian lain," kata Amien Sunaryadi.

Karena itu lanjut pria yang pernah berkiprah sebagai komisioner di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak adanya bila SKK Migas tidak ikut serta dalam memajukan gerak sektor pembangunan galangan kapal.

Amien juga mengemukakan bahwa di Indonesia telah berdiri galangan-galangan kapal kelas dunia. "Rusia dan Norwegia saja mengorder kapal dari Indonesia," tegas Amien. Karena itu, imbuh Amien, menjadi aneh dan lucu bila para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) mengorder kapal dari luar negeri.

"Selama ini ada anggapan bahwa kapal harus dipesan dan dibuat dari luar," ujarnya. Oleh sebab itu, Amien berharap mulai saat ini kapal harus dibuat di Indonesia.

Amien juga menjelaskan bahwa pihaknya juga mengoperasikan 80 kapal armada, 24 kapal fasilitas dan unit kapal yang dimiliki oleh negara. "Dana operasinya per tahun mencapai 820 juta USD," kata Amien.

Sementara Direktur Bremar Schifftechnik, Henny Poerwanti, dalam sambutannya, mengutarakan bahwa tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah sebagai upaya untuk berbagi pengetahuan tentang FPSO. "Sebab selama ini bila menyangkut kapal orientasinya selalu impor," kata Henny, sembari berharap agar event ini dapat memicu dan penggerak kemandirian serta kepercayaan diri bangsa untuk membuat kapal sendiri.

Sebagai catatan, Floating Production Storage and Offloading (FPSO) merupakan bangunan pengeboran dan penyimpanan minyak lepas pantai yang bersifat portable. Dalam artian dapat berpindah – pindah.

Adapun hasil pemisahan dari produk pengeboran adalah crude oil, air dan gas. FPSO bisa menjadi konversi dari kapal tangker minyak atau bisa menjadi kapal yang dibangun khusus untuk aplikasi tersebut. Sebuah kapal yang digunakan untuk menyimpan minyak hanya disebut sebagai floating storage dan offloading vessel (FSO).(sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login