IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Gangguan Produksi Minyak Dunia Saat Ini Paling Tinggi

Gangguan Produksi Minyak Dunia Saat Ini Paling Tinggi

Written By Indopetro portal on Thursday, 16 June 2016 | 12:30

indoPetroNews.com-Reuters pada Kamis (16/6/2016) melaporkan bahwa ekspor minyak Iran berada dalam jalur menuju puncak tertingginya sejak 4.5 tahun lalu, seiring lancarnya kiriman dari negeri yang beribukota di Teheran tersebut ke Eropa setelah dicabutnya sanksi internasional terkait nuklir pada bulan Januari. Namun demikian, produksi minyak di berbagai tempat masih terus terinterupsi.

Situs OilPrice mencatat bahwa gangguan produksi saat ini berada dalam tingkat tertinggi sejak 2011. Pada bulan Mei, output global turun sekitar 3.6 juta bph akibat kebakaran Kanada, sabotase fasilitas minyak di Nigeria, dan cuaca buruk di Irak. OilPrice mensinyalir bahwa penyusutan hingga lebih dari 3 juta bph tersebut berpotensi merubah surplus global jadi defisit, meski pendapat analis mengenai ini cenderung beragam.

Lembaga International Energy Agency, yang berafiliasi dengan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) dan berpusat di Paris, mengklaim pasar minyak sekarang berada dalam posisi seimbang karena gangguan-gangguan produksi tersebut dan kuatnya permintaan dari negara berkembang, tetapi ekuilibrium kemungkinan akan berubah jadi surplus lagi tahun depan.

Terlepas dari pupusnya surplus komoditas minyak, para pelaku pasar saat ini nampaknya lebih berfokus pada kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi global yang kembali muncul ke permukaan serta kemungkinan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Antisipasi pasar menjelang referendum Brexit pada 23 Juni 2016 mendatang mendominasi pasar valas, obligasi, saham hingga komoditas. Polling-polling terbaru mengindikasikan bahwa kubu yang setuju Brexit kemungkinan memenangkan referendum. Padahal jika itu terjadi maka wilayah Eropa diperkirakan bisa mengalami resesi, yang akan berimbas pada turunnya permintaan akan minyak.

Ketidakpastian demikian mendorong investor beramai-ramai beralih ke aset-aset safe haven yang dikenal aman di masa-masa bergejolak. Sebagaimana ditulis oleh analis dari ANZ Bank dalam catatannya, "Seiring dengan meningkatnya permintaan untuk aset-aset safe haven, komoditas akan terus berada di bawah tekanan."

Sebagai catatan. pada 23 Juni 2016, akan diadakan referendum untuk menentukan apakah Inggris akan keluar dari Uni Eropa atau tidak. Seiring dengan wacana ini, berkembangkan istilah Brexit. Brexit adalah sebuah singkatan yang mereferensi kepada peluang keluarnya Inggris (British exit) dari Uni Eropa. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login