IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » GM PHE WMO : Support Pemerintah Dibutuhkan dalam Situasi Sulit Sekarang

GM PHE WMO : Support Pemerintah Dibutuhkan dalam Situasi Sulit Sekarang

Written By Indopetro portal on Wednesday, 22 June 2016 | 14:31

indoPetroNews.com- Kendati industri minyak dan gas bumi (migas) berada dalam situasi sulit namun pemerintah diharapkan terus memberikan support kepada operator industri hulu migas.

“Dalam masa sulit ini support dari pemerintah untuk memahami mengenai sulitnya kita beroperasi di lepas pantai,” kata President/General Manager Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) Sri Budiyani kepada indoPetroNews.com Selasa petang (21/6/2016) di Jakarta.  

Apalagi, kata Bu De, sapaan akrab Sri Budiyani, situasi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini. Walaupun demikian, pihaknya juga tetap mempertahankan masalah safety (aspek keamanan pekerja). “Apalagi platform-platform kita sudah tua-tua dan cuaca yang tidak mendukung,” tandas Bu De.

Bu De juga bersyukur atas disetujuinya perubahan Plan of Development (PoD) menjadi Blok Basis. “Kita baru mendapatkan dari PoD  basis menjadi blok Basis. Ini sudah luar biasa. Kita tinggal menjalankan bagaimana PHE WMO ini dapat berjalan dengan baik dan efisien serta menghasilkan produksi yang cukup baik,” harapnya.

Seperti diketahui, karakter Blok WMO berbeda dengan blok lain. Blok yang dikelola oleh PHE WMO ini berisiko tinggi karena sifat cadangan yang tersebar di beberapa lapangan. Apalagi, jumlah cadangan yang ada di dalam satu lapangan terbatas.

Sementara untuk menambah cadangan, PHE harus melakukan eksplorasi lagi di lapangan lain. Eksplorasi ini pun berisiko mengalami kegagalan. Padahal, saat ini skema perhitungan pendapatan dan biaya (ring fencing) di Blok WMO masih menggunakan Plan of Development (PoD) basis. Artinya, risiko yang ada dalam kegiatan eksplorasi akan ditanggung oleh kontraktor. Tidak ada penggantian biaya dari pemerintah melalui skema cost recovery.

Hal itulah yang membuat beban PHE semakin berat. Untuk meringankan bebannya, PHE juga meminta perubahan dari skema PoD Basis menjadi Blok Basis terbatas sejak dua tahun lalu. SKK Migas bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah menyetujui permintaan terebut.


 “Saat ini kita telah membukukan produksi minyak dan gas bumi tahun 2015 sebesar 13.453 barel minyak per hari (BOPD) dan 103,84 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas bumi. Kondisi harga minyak dunia yang masih rendah dalam dua tahun terakhir ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas operasi kami,” ujar Bu De. (Sofyan) 
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login