IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Harga Minyak Mentah Kembali Anjlok Hari Ini

Harga Minyak Mentah Kembali Anjlok Hari Ini

Written By Indopetro portal on Friday, 24 June 2016 | 10:46

indoPetroNews.com- Harga crude oil terjerembab paska pemungutan suara referendum Brexit berakhir yang kini tengah memasuki tahap penghitungan suara. Sempat menguat pada penutupan kemarin sebesar 2%, harga minyak kembali terpeleset di tengah penantian hasil referendum dalam menentukan apakah Inggris akan tetap bertahan bersama Uni Eropa (UE) atau tidak. 

Seperti dilansir Reuters, Jumat (24/6/2016) harga minyak mentah AS turun 35 sen menjadi USD49,76 per barel pada pukul 00.01 GMT. Sementara minyak Brent juga mengalami penyusutan sebesar 27 sen pada level USD50,64 per barel.

Harga minyak mentah berjangka sempat menjangkau level diatas 50 USD per barel kemarin, tetapi kemudian melandai. Tadi malam, Brent untuk pengiriman Agustus ditutup turun 1.5% di $49.88 per barel, sedangkan WTI melemah 1.4% ke $49.13 per barel. Kabar penurunan stok minyak AS dari Energy Information Administration (EIA) yang tak sebanyak perkiraan menghapus optimisme yang sebelumnya dimunculkan oleh data keluaran American Petroleum Institute (API).
EIA melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS hanya berkurang sebanyak 917,000 barel dalam waktu sepekan yang berakhir tanggal 17 Juni. Ini merupakan penurunan inventory pekanan kelima berturut-turut, tetapi besarannya jauh lebih rendah dari forecast konsensus analis yang disurvei Reuters maupun data versi API. Konsensus sebelumnya memproyeksikan penurunan sebanyak 1.7 juta barel, sementara API menyatakan inventory berkurang 5.2 juta barel.
Pada pasar mata uang poundsterling juga menyusut terhadap dolar Amerika Serikat (USD), setelah sebelumnya meroket ke level tertinggi pada posisi 1.5022. Sedangkan euro balik melawan terhadap USD ke level 1.1324 mengiringi yen yang mencetak kerugian melawan USD pada posisi 104.96.

"Jika hasilnya ternyata menjadi tetap bertahan, reaksi pasar global cenderung akan terhenti. Sementara bila hasilnya pergi akan menjadi risiko terbesar pada pasar serta aset risiko global karena pasar cenderung tidak mengharapkan hasil ini," jelas Senior Partner Institut Manajemen Energi Dominick Chirichella di New York. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login