IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Harga Minyak Mentah Kembali Merosot Hari Ini

Harga Minyak Mentah Kembali Merosot Hari Ini

Written By Indopetro portal on Thursday, 23 June 2016 | 13:30

indoPetroNews.com- Harga minyak mentah hari Kamis (23/6/2-16) terpuruk pada penutupan perdagangan sesi Amerika tadi malam. Penyebabnya karena laporan persediaan minyak AS menunjukkan penurunan yang lebih rendah dari ekspektasi. Namun demikian, momen menjelang referendum Uni Eropa di Inggris saat ini membuat harga minyak diproyeksikan akan bergerak naik-turun (sideways) dalam kisaran cukup besar.

Harga minyak WTI kontrak Agustus ditutup melemah 72 sen ke level US$49,13 di New York Mercantile Exchange, setelah sebelumnya naik hingga US$50,54 per barel.

Sementara itu, minyak jenis Brent untuk pengiriman Agustus berakhir turun 74 sen atau 1,5% ke level US$49,88 per barel di ICE Futures Europe Exchange.
"Ada ketidakpastian pada pasar akibat referendum Brexit, yang menyebabkan harga sedikit turun,” kata Tony Nunan, oil risk manager Mitsubishi Corp., seperti dikutip dari Reuters. "Jika hasil suara telah keluar (dengan suara 'Bertahan'), kita (harga minyak) dapat bergerak naik.”  

Energy Information Administration  (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS hanya berkurang sebanyak 917,000 barel dalam waktu sepekan yang berakhir tanggal 17 Juni. Ini merupakan penurunan inventory pekanan kelima berturut-turut, tetapi besarannya jauh lebih rendah dari forecast konsensus analis yang disurvei Reuters maupun data versi API. Konsensus sebelumnya memproyeksikan penurunan sebanyak 1.7 juta barel, sementara API menyatakan inventory berkurang 5.2 juta barel.

Bersamaan dengan keluarnya data EIA tersebut, Reuters melaporkan bahwa harga kontrak untuk WTI pengiriman Desember 2016 dan Desember 2017 melebar hingga $1.61 per barel, selisih terbesarnya dalam enam pekan. Para produsen minyak ditengarai “bertanggung jawab” atas pergerakan harga tersebut, karena mereka kemungkinan berupaya “mengunci” harga minyak tahun 2017 diatas $52. Hal itu mendorong investor untuk ramai-ramai menyimpan minyak guna pengiriman di tanggal yang jauh lebih lama guna mendapatkan harga forward yang lebih baik pula.

Pada hari Rabu, pasar minyak berjangka juga diramaikan oleh kabar mengenaibesarnya volume option minyak mentah yang bertaruh harga akan jatuh pada awal tahun depan. Menurut Troy Vincent dari ClipperData New York, laporan EIA itu bearish dan ada juga kekhawatiran tentang inventory gasolin dan hasil distilasi, sehingga ia memperkirakan harga WTI akan bergerak ke bawah $49 minggu ini. 

Pasalnya, meski permintaan akan gasolin di AS dalam sebulan terakhir naik 3.9% YoY, tetapi persediaannya tetap naik sebanyak 627,000 barel minggu lalu, demikian pula inventory hasil distilasi yang menanjak 151,000 barel. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login