IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » KAHMI Siap Luncurkan Tim Reformasi Tata Kelola Energi

KAHMI Siap Luncurkan Tim Reformasi Tata Kelola Energi

Written By Indopetro portal on Sunday, 5 June 2016 | 17:01

indoPetroNews.com - Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) berencana membentuk Tim Reformasi Tata Kelola Energi.

Hal ini disampaikan Ketua Departemen Ristek Energi dan Sumberdaya Mineral, Majelis Nasional KAHMI, Lukman Malanuang dalam acara talkshow dalam rangka HUT Emas KAHMI ke 50 di KAHMI Center, Jumat (3/6/2016) di Jakarta.

"Kami akan membentuk Tim Reformasi Tata Kelola Energi untuk mengawal dan mengawasi tata kelola Energi nasional. Pilihan ini, lantaran KAHMI menilai tata kelola Energi nasional belum berjalan maksimal," ujar Lukman kepada indoPetroNews.com Jumat petang (3/6/2016) di KAHMI Cnter Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, kata dia, rencana launching tim reformasi tata kelola energi ini (Majelis Nasional KAHMI), akan melibatkan beberapa orang yang kompeten, seperti Fahmy Radhi, Faisal Basri (mantan Tim Reformasi Tata Kelola besutan Menteri ESDM, Sudirman Said), La Ode Kamaluddin (Ketua Dewan Pakar Majelis Nasional KAHMI), Tumiran (Anggota Dewan Energi Nasional/DEN).

Untuk ke depan, kata Lukman, tim ini akan mengawal dan mengontrol kebijakan sektor energi yang meliputi sektor migas, Mineral dan Batubara,

Ketenagalistrikan, energi baru dan terbarukan. Pasalnya, kata dia, rencana revisi Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas), revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (RUU Minerba) serta revisi RUPTL tak kunjung selesai.

"Padahal DPR sudah memasukkan RUU tersebut menjadi Prolegnas," tuturnya.

Namun, lanjutnya, pemerintah melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno sudah berencana membentuk holding BUMN energi yang hanya mencakup sektor migas saja. "Padahal persoalan energi ini tidak hanya mencakup sektor migas saja, tapi juga minerba, listrik, dan energi baru terbarukan. Sebab itu perlu sebuah holding yang bisa mencakup semua," ucapnya.

Dia menilai, rencana Menteri BUMN yang ingin segera membentuk holding BUMN energi ini merupakan sikap terburu buru. "Ini menunjukkan pemerintah tidak punya roadmap dalam mengembangkan sektor energi. KAHMI perpandangan Holding Energi haruslah mempunyai payung hukum yang kuat dan jelas apakah dibawah rezim UU BUMN, UU Migas atau UU Energi?," tambahnya.

Dia mencontohkan untuk Holding Energi ke depan yang mungkin bernama PT. Indonesia Energi dimasa mendatang membawahi Pertamina yang fokus ke minyak, PGN fokusi ke gas, PT. Bukit Asam focus ke batubara, PLN fokus ke listrik, Geo Dipa focus ke panas bumi, dan adanya perusahaan khusus yang fokus membidangi energi baru terbarukan. (Sofyan)

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login