IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Kerajaan Arab Saudi akan Turunkan Harga Minyak

Kerajaan Arab Saudi akan Turunkan Harga Minyak

Written By Indopetro portal on Wednesday, 22 June 2016 | 15:04

indoPetroNews.com- Terlepas dari kesepakatan penurunan jumlah produksi baru-baru ini, para pemain besar di pasar minyak ternyata hendak meningkatkan kembali produksi mereka. Arab Saudi termasuk salah satu pemain yang berniat untuk menurunkan kembali harga minyaknya. 

Kerajaan tersebut berencana menurunkan harga minyak pada Juli mendatang sebesar 0,35 dolar AS untuk wilayah Eropa Barat Laut dan 0,1 dolar AS untuk negara-negara Mediterania, demikian dilaporkan The Wall Street Journal (WSJ) mengutip pernyataan resmi perusahaan minyak negara Saudi Aramco.

Keputusan Arab Saudi untuk menurunkan harga minyak berkaitan dengan peningkatan kompetisi akibat pembaruan pasokan Iran ke Eropa, tulis WSJ. Namun, Saudi meningkatkan harga minyak untuk AS sebesar 0,1 dolar AS per barel. 

Sergei Agibanov, Direktur Departemen Ekonomi di Institut Energi dan Keuangan, berpendapat bahwa Arab Saudi mencoba meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dari tiap pasar regional. 

Saudi saat ini secara praktis tak punya kompetitor di AS. “Saat ini, permintaan minyak impor murah meningkat di AS, karena itu lebih rendah dari segi kualitas dibanding minyak serpih AS. Oleh karena itu, Saudi meningkatkan harganya untuk AS,” terang Agibanov.
Di Eropa, minyak Saudi menghadapi kompetisi tak hanya dari Iran, tapi juga dari Rusia, yang meningkatkan pasokannya ke wilayah tersebut. Oleh karena itu, kerajaan tersebut dipaksa untuk memberi diskon tambahan bagi Eropa.

Di luar fakta bahwa minyak Saudi dianggap ‘ringan’ (bersulfur rendah), faktanya ia lebih condong menyasar ke kelas ‘menengah’, yang mendekati karakteristik minyak Ural Rusia, tutur seorang mitra dari perusahaan swasta RusEnergy, Mikhail Krutikhin. “Oleh karena itu, kompetisi penjualan minyak dengan Rusia di Eropa Barat Laut mungkin meningkat,” kata Krutikhin.

Pada saat yang sama, dumping lokal di Eropa dinilai akan menghantam produsen Eropa sendiri - Inggris dan Norwegia. Demikian pendapat tersebut dikemukakan Kepala Analis di Yayasan Keamanan Energi Nasional Alexander Pasechnik. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login