IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Marak Ancaman Mogok Karyawan Ladang Migas di Norwegia

Marak Ancaman Mogok Karyawan Ladang Migas di Norwegia

Written By kusairi kusairi on Wednesday, 29 June 2016 | 15:16

indoPetroNews.com - Saat ini di Norwegia sedang berkembang upaya mogok kerja di lapangan minyak dan gas bumi. Diantaranya adalah karyawan di tujuh ladang minyak dan gas di Norwegia.

Mereka mengancam akan mogok kerja mulai hari Sabtu (2/7/2016) jika kesepakatan sistem penggajian baru tidak bisa tercapai pada hari Jumat (1/7/2016).

Mediator dari negeri penghasil minyak terbesar di Eropa Barat tersebut akan memfasilitasi diskusi membahas topik tersebut antara tanggal 30 Juni-1 Juli. Menurut kalkulasi Reuters, jika diskusi gagal maka mogok kerja bisa memangkas 18 persen output minyak Norwegia, sekaligus 17 persen output gas alam.

Menurut catatan, pada 1970an Norwegia memiliki GDP perkapita 5% dibawah rata rata, tetapi akhir tahun 2010 meningkat menjadi 70% diatas rata rata OECD. Pencapaian tersebut karena keberhasilan mereka mengelola sektor migas dimana pemerintah melalui Norwegian Petroleum Directorate (NPD) bersama penentu kebijakan lainnya memiliki visi yang sangat brilliant yaitu: “The management of the petroleum resources reflects the view among Norwegian decision makers that the resources belong to the nation, and that the development should benefit the society as a whole, including future generations”.

Usaha eksplorasi cadangan minyak dimulai sekitar tahun 1960 an oleh perusahaan Phillips Petroleum Company (sekarang menjadi ConocoPhillips setelah merger dengan Conoco) dan menghasilkan produksi komersial pertama pada Juni 1971 dari lapangan Ekofisk. Masa masa awal perkembangan industri minyak ini, keterlibatan pemerintah Norwegia (dalam pengelolaan migas) masih minim dan pendapatan pemerintah mayoritas hanya berasal dari pajak. Mulai 1972, perusahaan negara (Statoil) mulai diberikan porsi kepemilikan saham (±50%) untuk setiap lapangan baru yang ditemukan.

Sama seperti kondisi produksi minyak di Indonesia, masa keemasan produksi Norway sudah lama lewat yaitu sekitar tahun 2000an, hanya beberapa lapangan baru ditemukan antara 2010-2012 setelah hampir 10 tahun sebelumnya tidak ada penemuan. Total cadangan minyak Norway 13.6 milyar Sm3 atau 86 milar barrel dimana sampai akhir tahun 2013, 44% nya sudah diproduksikan.

Untuk sistem kontrak kerja migasnya, Norwegia menganut sistem “licensing system” yang dibagi menjadi 2 jenis yaitu licensing untuk lapangan baru dan lapangan mature/tua yang disebut “Award in Predefined Area” atau APA. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login