IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Menpar Arief Yahya: Hongkong Sangat Strategis (2)

Menpar Arief Yahya: Hongkong Sangat Strategis (2)

Written By Indopetro portal on Sunday, 5 June 2016 | 17:15

petroWisata, indoPetroNews.com -  Apa sih yang membuat Menpar Arief Yahya selalu bersemangat begitu membicarakan Hongkong? Kota yang penuh gedung pencakar langit itu menyimpan amunisi yang kuat untuk pariwisata. "Hongkong itu kota yang lengkap. Ya sebagai financial service, kota investasi, kota hub (connector), kota pariwisata, kota perdagangan, dan lainnya," ungkap Menpar Arief Yahya. 

Lalu apa yang membuatnya penting buat pariwisata Indonesia? “Hongkong itu sangat strategis bagi Wonderful Indonesia. Pertama, ada 60,8 juta wisatawan dalam setahun di Hongkong, 60%-nya berasal dari China Mainland. Mereka sudah berkumpul di Hongkong, dan mereka yang berwisata ke Hongkong itu adalah mereka yang level ekonominy tinggi," kata Arief Yahya. 

Kedua, Hongkong menjadi kota hub, yang dekat dengan Macau, yang juga didatangi 35 juta wisatawan dan sama, terbesar dari China daratan. Kalau mau menjaring di kolam yang banyak ikannya? "Ya di Hongkong ini salah satunya, selain Singapore dan Dubai, ” kata Mantan Dirut Telkom yang pernah membawa BUMN Telekomunikasi itu labanya dobel dalam 2 tahun itu. 

Kedua, lanjut Menpar, terus mencari lebih banyak direct flight Hongkong-Jakarta, Hongkong Denpasar, dan semua yang memungkinkan lebih banyak penerbangan dari Kota Sejuta Penantang Langit Biru itu. “Kita itu baru 37% direct flight menuju Indonesia dari berbagai originasi. Sisanya, 63% masih transit, bisa dari Singapore, KL, Hongkong. Aksesibilitas kita masih terendah, dibandingkan dengan Thailand dan Malaysia yang rata-rata 80% direct flight. Ini persoalan teknis yang sedang kami kejar di Hongkong,” jelas Arief Yahya yang panen penghargaan dari media-media nasional itu. 

Ketiga, Menpar terus menggelorakan Jalur Samudera Laksamana Cheng Ho, yang sudah diluncurkan 13 Desember lalu di Aceh. Sedikitnya 10 kota yang disinggahi Admiral beragama Islam dan dikenal dengan nama Haji Mahmud Shams atau dalam istilah Tiongkok Ma Sanbao itu. “Saya sudah tiga kali bertemu Chairman CNTA-China National Tourism Administration, Mr Li Jinzao. Kami sama-sama sepakat mengangkat jalur sutera, Silk Road dan jalur samudera Admiral Zheng-he (istilah China, red) ke Laut China Selatan sampai Indonesia,” ungkap Pengarang buku Paradox Marketing dan Great Spirit Grand Strategy itu. 

Muhibah bahari terbesar dalam sejarah pelayaran dunia di abad 14-15 itu Cheng Ho membawa kapal panjang 138 meter, lebar 56 meter, dengan jumlah 62 buah ditambah 225 kapal berukuran lebih kecil. Awak kapalnya menurut sejarah ada 27.550, dan singgah di Aceh, Batam, Babel, Palembang, Jakarta, Cirebon, Semarang, Tuban, Surabaya, sampai ke Bali. 

Konon masih ada banyak pesisir yang dikunjungi Laksamana Cheng Ho, tetapi yang ini sudah pasti ada artefaknya. “Jalur Cheng Ho ini menjadi content marketing kami di Hongkong, untuk menggarap pasar Tiongkok. Istilahnya menangkap potensi wisman Tiongkok dari tempat mereka berwisata, Hongkong dan Macau satu paket,” tuturnya.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login