IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pengamat : Faktor Politik dan Security Lebih Dominan di Migas

Pengamat : Faktor Politik dan Security Lebih Dominan di Migas

Written By kusairi kusairi on Saturday, 25 June 2016 | 17:11

indoPetroNews.com - Sejarah mencatat bahwa perusahaan minyak di Indonesia ternyata ada tiga bukan dua. Apa nama perusahaan tersebut dan mengapa yang dimunculkan dalam catatan sejarah hanya dua perusahaan?

“Dalam sejarahnya perusahaan minyak negara di negeri ini bukan ada dua. Dulu disebutkan ada dua, yaitu Pertamin, Permina dan Permiga. Namun setelah kita lacak, Permiga ternyata milik Partai Komunis Indonesia (PKI),” kata pengamat ekonomi dan sejarah minyak dan gas bumi (migas) Salamudin Daeng kepada indoPetroNews.com di Jakarta.

Dari sejarah tersebut, imbuh Salamudin, dapat dipetik pelajaran bahwa perusahaan minyak yang dipecah-pecah tidak efektif. “Mesti ada satu perusahaan saja sehingga dapat mencapai momentum masa kejayaannya,” ucapnya.
Lebih jauh pengajar di Universitas Bung Karno ini mengutarakan bahwa mekanisme pasar sebenarnya tidak pernah ada dalam kenyataan hidup. “Faktanya, kita tidak dapat melakukan tawar-menawar mengenai harga minyak. Pasar itu karena ada kesepakatan antara pembeli dan penjual untuk menentukan harga. Memangnya kita bisa menyepakati harga minyak dengan perusahaan,” katanya, sembari mengimbuhkan bahwa pasar migas sebenarnya bukan dalam pengertian ekonomi sebab faktor politik dan security jauh lebih dominan. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login