IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pengamat: Pemerintah Harus Berhati-Hati Agar Subsidi Energi tak Kembali Diterapkan

Pengamat: Pemerintah Harus Berhati-Hati Agar Subsidi Energi tak Kembali Diterapkan

Written By Indopetro portal on Tuesday, 14 June 2016 | 12:52

indoPetroNews.com-Pada 2016 dan 2017, diperkirakan akan terjadi sejumlah reformasi terkait subsidi energi untuk listrik dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Apakah hal ini akan berdampak baik atau sebaliknya bagi Indonesia masih menjadi pertanyaan.

Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan melihat kembali kondisi pada 2015, yaitu ketika kombinasi dari kenaikan harga eceran dan jatuhnya harga minyak dunia menyebabkan pemotongan anggaran besar-besaran terhadap subsidi bensin dan diesel,yang menghasilkan penghematan sebesar Rp211 triliun (US$15,6 triliun) atau 10% dari belanja pemerintah. Lalu apa dampak dari hal ini?  

Dalam salah satu studi yang pertama kali dilakukan dalam sektor ini, IISD Global Subsidies Initiative, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (P2EB) Universitas Gadjah Mada, dan Asia Foundation melakukan penelitian terhadap dokumen-dokumen anggaran untuk menemukan perubahan alokasi belanja pemerintah antara APBN dengan APBN Perubahan 2015. 

Hasil analisis yang dilakukan – yang tertuang dalam Financing Development with Fossil Fuel Subsidies: The Reallocation of Indonesia’s Gasoline and Diesel Subsidies in 2015 – menunjukkan bahwa sebagian besar area yang menerima ekstra alokasi anggaran merupakan area yang terkait dengan jaminan sosial dan pembangunan infrastruktur, yang dilaksanakan melalui transfer anggaran kepada kementerian, BUMN, daerah, dan pedesaan.

 “Selama ini, banyak orang berbicara tentang manfaat reformasi subsidi, namun secara umum belum banyak informasi mendetil yang menunjukkan ke mana anggaran yang dihemat dibelanjakan setelah terjadi perubahan kebijakan,” kata Christopher Beaton, co-author dan associate International Institute for Sustainable Development kepada indoPetroNews.com  Selasa (14/6/2016) di Jakarta.

Ia juga mempertanyakan apakah memang perubahan alokasi dana tersebut menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Menurut Beaton, proses realokasi anggaran pada awal 2015, menunjukkan rencana belanja pemerintah selama setahun penuh. Hal tersebut, lanjut Beaton, menunjukkan adanya subsidi tinggi di satu titik dan subsidi rendah di titik lain. 

“Dan hal itu dapat berfungsi sebagai semacam ‘eksperimen alami’ yang dapat kita gunakan untuk mencari jawaban pertanyaan tersebut,” tandas Beaton. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login