IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pengembangan EBT Terganjal Harga yang Belum Ekonomis

Pengembangan EBT Terganjal Harga yang Belum Ekonomis

Written By Indopetro portal on Thursday, 2 June 2016 | 07:40

indoPetroNews.com- Masalah tarif adalah persoalan utama dalam pengembangan biofuel.  Soal teknologi sudah dapat dikuasai. Selain biofuel, juga dikembangkan teknologi biogas dari kotoran ternak.

“Untuk biofuel dan biogas kita mengintegrasikan seluruh proses produknya di situ. Misalnya biogas untuk penggunaan kegiatan internal, seperti masak memasak. Karena kalau dijual tidak akan laku,” kata Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jumain Appe kepada indoPetroNews.com  Rabu (1/6/2016) di Jakarta Selatan.

Jumain mengemukakan masalah yang perlu ditinjaklanjutin adalah pengembangan dan harganya yang ekonomis. “Kalau di luar negeri, energi baru terbarukan (EBT) disubsidi dari nilai konvensional bukan disubsidi langsung. Ada harga di dalam manejemen konvensional yang dimasukkan untuk bisa mensubsidi produk dari energy baru terbarukan,” papar Jumain.

Photovoltaik itu harganya bisa mencapai  Rp 2000 per Kwh. Padahal pihak PLN hanya  bisa Rp 850 per Kwh atau 8,5 sen hingga 9 sen. “Bagaimana bisa bersaing? Karena itu perlu ada kebijakan tentang harga terhadap EBT. Bagaimana harga gross subsidinya,” ungkap Jumain.(Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login