IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » SKK Migas Hadirkan Schlumberger dalam Workshop Teknologi Oil & Gas Jilid II

SKK Migas Hadirkan Schlumberger dalam Workshop Teknologi Oil & Gas Jilid II

Written By kusairi kusairi on Tuesday, 28 June 2016 | 15:13

indoPetroNews.com - Untuk meningkatkan kapabilitas dan kualitas dari karyawan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) salah satu upayanya adalah penyelenggaraan workshop teknologi. Kali ini SKK Migas menghadirkan Schlumberger untuk mengelaborasi sekaligus berbagi pengalaman  tentang teknologi terbarunya. Dikemas dengan tajuk Oil & Gas Technology Update Workshop II, workshop ini diselenggarakan pada Selasa (28/6/2016) di Lt. 9 Plaza City Jakarta.

Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudianto Rimbono dan Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas, Muliawan, Presiden Direktur (Presdir) Schlumberger Rony Hendrawan dan jajarannya.

"Tidak ada pilihan bahwa teknologi harus kita serap," kata Rudianto, dalam sambutannya. Sebab, katanya, sesuai arahan  Kepala SKK Migas, SKK Migas harus memahami semua karakter dari para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS). Selain itu, lanjut Rudianto, SKK Migas harus menjadi pusat ilmu pengetahuan tentang  minyak dan das bumi (migas).

Rony Hendrawan mengapresiasi kepercayaan SKK Migas kepada Schlumberger. "Ini langkah positif. Kita percaya bahwa teknologi yang digunakan sebenarnya dapat menurunkan cost of  production," ucap Rony, yang juga memaparkan soal the hydrocarbon pathway.

Menurut Rony, melalui teknologi, dapat pula dicari peluang-peluang dalam industri hulu migas. "Sebab 90% keberhasilan industri hulu migas di berbagai dunia ditentukan dalam fase eksplorasi dan eksploitasi," tandasnya.

Dalam workshop ini dibahas berbagai tema tentang migas, diantaranya soal mengoptimalkan produksi dan aset, disinggung juga soal drilling, serta production services dan pemanfaatan data analitik.

Terkait data ini juga dielaborasi oleh Arief Darmawan, salah seorang penyaji workshop dari Schlumberger.

Menurut Arief yang membedakan antara perusahaan migas yang berhasil dan perusahaan migas yang kurang berhasil terletak pada upayanya menggunakan data. "Inpex misalnya berhasil dalam menangani dan mempergunakan data," ungkap Arief. Karena itu, data harus dipergunakan dan kemudian disimpan dengan benar. "Pengelolaan data loading, processing, data analisa, data dikomunikasikan atau divisualisasikan," kata Arief, sembari menawarkan solusinya, asset optimization.

Asset optimization ini terdiri dari tujuh (7) hal pokok, yaitu reservoir optimization, lifting and pumping, well performance, integrity & safety, field operation, flow assurance, asset management. Ketujuh hal pokok persoalan tersebut, kata Arief, harus dicarikan solusinya secara komprehensif. "Petronas adalah contoh yang mengimplementasikan data untuk meningkatkan produksinya," tutur Arief.

Sementara Sugiarto Hartono, Data Management Advisor Schlumberger, memaparkan tentang kunci keberhasilan penggunaan data management. "Ada tiga kunci, yaitu adanya data proses, people dan teknologi," tandasnya. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login