IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » SKK Migas - KPK Bersinergi Cegah Sejak Dini Tindakan Korupsi

SKK Migas - KPK Bersinergi Cegah Sejak Dini Tindakan Korupsi

Written By kusairi kusairi on Monday, 27 June 2016 | 14:23

indoPetroNews.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengupayakan agar tindakan korupsi dapat sedini mungkin diantisipasi. Untuk mengoptimalkan pencegahan tersebut SKK Migas menyelenggarakan acara “Audiensi dan Diskusi Program Pencegahan Korupsi Melalui Gerakan Pembangunan Integritas Praktek Bisnis Sektor Minyak dan Gas”.

Acara tersebut dilaksanakan bersama antara SKK Migas dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (27/6 2016). Diskusi internal ini dilaksanakan pada pukul 09.00 – 12.00 di Ruang Rapat Arun Lt. 35 Gedung Wisma Mulia, Jl. Gatot Subroto Jakarta.

Hadir dalam kesempatan tersebut dari jajaran SKK Migas, di antaranya yaitu Deputi Pengendalian Keuangan SKK Migas, Parulian Sihotang; Kepala Centralized Integrited Vendor Database (CIVD), Hery Margono; Divisi Pemeriksaan Bagian Negara SKK Migas, Arif; Kepala Humas SKK Migas, Taslim Yunus. Sedangkan dari KPK, hadir dalam kesempatan tersebut, yaitu Direktur Pelayanan dan Pendidikan Masyarakat, Sujanarko; Roro Weidi, Dedi Hartono, Widianto Nugroho.

Dalam acara diskusi tersebut, Hary Margono memaparkan terkait penggunaan CIVD. CIVD dipergunakan untuk menunjang proses transparansi dan akuntalibilitas dalam pengadaan barang dan jasa di bidang hulu industri migas.

"Kita ingin pengadaan barang dan jasa dengan tender obyektif, transparan," kata Hary, sembari menambahkan bahwa CIVD ini telah diberlakukan sejak 2010 silam. Selain itu melalui CIVD pihaknya juga merencanakan pengadaan, pelaksanaan pengadaan dan pelaksanaan kontrak.

"Manfaat CIVD adalah untuk mempercepat proses penilaian kualifikasi administrasi dan memperoleh informasi vendor yang kompeten," tandas Hary.

Hary juga memaparkan tentang proses pengadaan yang sesuai dengan kebutuhan, perencanaan tender, penggunaan pendaftaran tender, penilaian kualifikasi, pemasukan penawaran, pengumuman penawaran, pendaftaran kontrak dan akhir kontrak. "Dalam proses audit kita melibatkan akuntan dari STAN," tegasnya.

Sementara itu Sujarnako menyambut baik adanya sinergi antara KPK dan SKK.Migas. "Saat ini SKK Migas semakin powerfull. Apalagi dengan adanya CIVD yang komprehensif," kata Sujanarko sembari mengimbuhkan pihaknya selalu menerima keluhan dari berbagai pihak termasuk dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS).

Bahkan, lanjut Sujanarko, pihak Kontraktor KKS yang berinisiatif menyelenggarakan diskusi. "Saat ini pun KPK menginisiasi Working Group anti Korupsi yang meneguhkan kampanye anti korupsi. Working group ini bertujuan untuk memudahkan para stakeholder, termasuk para kontraktor migas," ucap Sujanarko.

Sedangkan Roro Wiedi, salah seorang fungsional dari Direktorat Pelayanan dan Pendidikan KPK, mengatakan terdapat tiga (3) tujuan dibentuknya working group. Pertama, sebagai komitmen korporasi untuk membentuk agen perubahan anti korupsi. Kedua, mendorong kebijakan anti korupsi, yang dapat diejawantahkan lewat website maupu laporan tahunan perusahaan. Ketiga, adanya aksi kolektif bersama regulator dan CSO untuk program pencegahan korupsi di sektor swasta.

Bahkan, lanjut Roro, dari hasil working group tersebut, pihaknya dapat mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi para pebisnis di sektor hulu migas. Selain itu juga diperoleh best practice dari Chevron dan TEPI serta diperoleh juga baseline survei program anti korupsi. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login