IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Industri Hulu Migas Dibayangi Regulasi Kontra Produktif

Industri Hulu Migas Dibayangi Regulasi Kontra Produktif

Written By Indopetro portal on Thursday, 14 July 2016 | 15:03

indoPetroNews.com- Investasi minyak dan gas bumi (migas) nasional saat ini sangat dipengaruhi harga minyak yang anjlok.  Selain itu juga dibayangi kebijakan-kebijakan yang kontra produktif dari pemerintah. Demikian diutarakan Sammy Hamzah, Ketua Harian Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Bidang Energi Sumber Daya Mineral. Apa saja kebijakan yang diklaim kontrak produktif tersebut?

"Kebijakan yang khususnya di luar sub-sektor migas seperti Kementerian Keuangan dan Pemda. Ini bukan hal baru melainkan pekerjaan rumah pemerintah yang belum terselesaikan sejak zaman pemerintahan sebelumnya," kata anggota Direksi IPA ini kepada indoPetroNews.com Kamis siang (14/7/2016).

Sammy mengakui bahwa fluktuasi harga minyak dunia juga mempunyai pengaruh negatif ke iklim investasi di Indonesia. "Kebijakan masing-masing perusahaan berbeda namun perlu juga dicatat bahwa menurunnya harga minyak menurunkan harga jasa penunjang cukup drastis sehingga bagi perusahaan migas yang cash rich ini saatnya untuk meningkatkan kegiatan khususnya eksplorasi," terangnya.

Menurut Sammy, prinsip perusahaan migas rata-rata sama: bagi lapangan produksi pertimbangan menutup merupakan jalan terakhir produsen siap untuk tidak untung bahkan rugi sedikitpun bersedia menerima asalkan prediksi harga minyak rendah tidak terlalu lama berkelanjutan, bagi lapangan EOR perhitungan keekonomian menentukan berhenti tidaknya priject sedangkan kegiatan eksplorasi bagi perusahaan dengan constraint/keterbatasan dana yang akan pertama dipangkas.

Saat ditanyakan apa saja yang dilakukan IPA agar industri hulu migas tetap bergairah, Sammy menuturkan bahwa bagi industri seperti asosiasi termasuk IPA hanya bisa menghimbau pemerintah untuk lebih peka dan menghindari kebijakan-kebijakan yang anti investasi. "Kita menghimbau pemerintah agar kebijakan-kebijakan yang selama ini dianggap merugikan investor agar direvisi atau di-eliminasi. Juga menghimbau pemerintah untuk menawarkan insentif," tegas Sammy, sembari mengimbuhkan kebijakan-kebijakan yang kontra investasi sebagian besar dikeluarkan oleh kementerian dan instansi pemerintah di luar ESDM, seperti Kementerian Keuangan, Pemda, dan lain sebagainya.

Sammy juga menyampaikan strategi agar perusahaan migas dapat terus bertahan dimasa sulit ini. "Harus ada pemangkasan biaya, khususnya yang dipandang tidak perlu atau berlebihan sambil melihat peluang (dalam masa krisis) dan konsolidasi internal maupun external (merger)," papar Sammy.

Kendati demikian Sammy tetap berkeyakinan dan optimis bahwa migas adalah bagian dari industri energi secara global. "Dengan perkembangan penduduk dunia dan kemajuan ekonomi di beberapa belahan dunia, seperti di Asia Tenggara, khususnya migas akan selalu menjadi investasi yang menarik perhatian bahkan untuk beberapa industri seperti transportasi migas belum bisa disubstitusi sehingga menjadi primadona," tegas Sammy. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login