IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Kadin: Dana Repatriasi Harus Masuk Sektor Riil dan Jangka Panjang

Kadin: Dana Repatriasi Harus Masuk Sektor Riil dan Jangka Panjang

Written By Indopetro portal on Wednesday, 13 July 2016 | 14:35

indoPetroNews.com-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengingatkan dana repatriasi nantinya tidak boleh hanya berputar-putar di sektor keuangan dan pasar modal. Dana ini harus masuk ke sektor ril dan bersifat jangka panjang, seperti investasi untuk industry hulu minyak dan gas bumi (migas). untuk menggerakkan perekonomian sampai ke daerah, termasuk Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Hal tersebut diutarakan Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H. Andi Karumpa kepada sejumlah media, termasuk indoPetroNews.com pada Rabu (13/7/2016) di Jakarta.

”Kalau kita cermati, ada potensi dana-dana repatriasi tax amnesty ini nantinya cuma berputar-putra di pasar modal dan sektor keuangan atau nanti banknya masukan lagi ke SBI (Sertifikat Bank Indonesia) atau instrumen investasi yang tidak produktif untuk perekonomian,” ujar Andi.

Andi mengatakan, pasar modal dan sektor keuangan sebaiknya hanya merupakan pintu masuk bagi dana-dana tersebut. Namun tujuan akhirnya harus bermuara ke sektor ril. “Ada banyak peluang, seperti hulu migas, yang juga perlu dorongan investasi,” tegas Andi.

Sebelumnya pemerintah sudah menunjuk tujuh bank penampung dana repatriasi. Selain itu, pasar modal telah merasakan dampak dari sentimen program tax amnesty. Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini akan sanggup menampung dana repatriasi hingga Rp 200 triliun. Dengan tambahan uang tersebut, kapitalisasi pasar di BEI diperkirakan bisa mencapai lebih dari Rp 6.000 triliun di akhir tahun ini.

Meski demikian Andi mengingatkan, agar instrumen investasi yang disiapkan oleh lembaga-lembaga keuangan tersebut tidak hanya berputar-putar di pasar modal dan lembaga keuangan.

“Dari pengamatan kita instrumen investasinya hanya itu-itu saja diseputar mengambil untung di pasar modal atau antar lembaga keuangan saja. Kita belum lihat ada instrumen investasi jangka panjang ke sektor ril misalnya ke infrastruktur seperti apa, manufaktur seperti apa, pembangkit listrik seperti apa, atau usaha kecil menengah seperti apa, atau industry hulu migas, ” ujar Andi.(Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login