IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » KADIN Desak Pemerintah JKW-JK Optimalkan Penggunaan EBT

KADIN Desak Pemerintah JKW-JK Optimalkan Penggunaan EBT

Written By Indopetro portal on Friday, 29 July 2016 | 15:44

indoPetroNews.com- Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Energi Baru dan Terbarukan (EBT) mendesak pemerintah untuk segera mengoptimalkan penggunaan EBT di dalam negeri. Tujuannya, agar tercipta efisiensi penggunaan subsidi negara yang dikucurkan pada sektor bahan bakar minyak (BBM). Saat ini, pemerintah berencana melakukan penghematan APBN tahap II yang bersumber dari subsidi energi, senilai Rp 20 triliun.

“Efektifitas penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) harus diwujudkan dengan optimalisasi penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Khususnya dengan Menteri ESDM yang baru Archandra Tahar,” ujar Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Energi Terbarukan Halim Kalla, Jumat (29/7/2016) di Jakarta.

Ia menuturkan, penggunaan EBT diyakini mampu meningkatkan penerimaan negara, sekaligus penghematannya bisa digunakan untuk berbagai program prioritas pemerintah, seperti pengembangan pemanfaatan EBT dengan program konversi minyak tanah ke gas.

Halim juga mengatakan, pihaknya mendorong pemerintah untuk melakukan terobosan dengan menaikkan harga BBM sesuai harga pasar, sehingga bisa mengurangi beban subsidi negara.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga diminta untuk mendorong masyarakat menggunakan energi baru dan terbarukan sebagai bahan bakar alternatif. Untuk itu, insentif menarik wajib diberikan kepada masyarakat pengguna EBT dan juga bag investor yang ingin berinvestasi sektor EBT di dalam negeri.

“Agar masyarakat mau menggunakan EBT, juga investor tertarik untuk mengembangkan sektor EBT di Indonesia. Sebab ada hal menarik yang menjadi daya pikat untuk berinvestasi,” ucap Halim.

Apalagi, Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan konsumsi energi terbesar di dunia, mencapai 7% per tahun. Sementara itu, produksi minyak Indonesia terus mengalami penurunan rata-rata 2,1% per tahun periode 1992-2013. Dan kini laju penurunannya semakin tajam, sehingga mendorong pemerintah untuk mengalokasikan subsidi energi.

Intinya, kata Halim, pemerintah harus segera mempercepat pembangunan dan mendukung investasi di sektor EBT. Misalnya, dengan memberikan insentif menarik, dukungan regulasi yang berpihak pada investasi tersebut, dan juga fasilitas fiskal memadai. Mengingat nilai investasi sektor EBT sangat besar.

“Meski kemarin, pemerintah dan DPR memangkas subsidi BBM dan LPG pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sekitar Rp 20 triliun, namun realitanya dana negara tetap terpakai untuk subsidi. Akan lebih baik jika subsidi itu juga digunakan untuk mendukung pengembangan EBT di dalam negeri. Khususnya EBT yang berpotensi besar di Indonesia seperti panas bumi, shale gas, bahan bakar nabati, coal bed methane (CBM), tenaga air, matahari, hingga angin,” ungkap Halim. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login