IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Tak Terpengaruh Peristiwa Kudeta Turki, Harga Minyak Hari Ini tak Naik

Tak Terpengaruh Peristiwa Kudeta Turki, Harga Minyak Hari Ini tak Naik

Written By Indopetro portal on Monday, 18 July 2016 | 14:13

indoPetroNews.com- Harga minyak mentah nyaris tak berubah di awal sesi perdagangan Asia pada Senin (18/7/2016) setelah sempat merayap naik di hari Jumat pasca hebohnya upaya kudeta di Turki. Kuatnya Dolar AS membebani harga-harga komoditas, namun data ekonomi AS dan China yang lebih baik dari perkiraan justru mendukung proyeksi permintaan ke depan.

Harga minyak WTI kini diperdagangkan di sekitar $46 per barel, sementara harga acuan global Brent diperjualbelikan di kisaran $47.84. Keduanya terekam mengalami gain tipis sekitar 1-2 persen pekan lalu menyusul kabar kudeta Turki, tetapi nampaknya faktor tersebut mulai diabaikan pasar hari ini.

"Pasar mengabaikan kudeta (Turki) itu. Tak ada gangguan terhadap pengapalan (distribusi minyak). Tak ada apapun dalam hal risiko jangka pendek (terhadap suplai minyak)," kata Ric Spooner dari CMC Markets Sydney, seperti disinyalir Reuters.

Selat Bhosphorus di Istanbul yang merupakan jalur kunci dimana sekitar 3 persen minyak global dikirim dari pelabuhan Laut Hitam dan wilayah Laut Kaspia, telah sukses dibuka kembali pada hari Sabtu. Pemblokiran jalur tersebut oleh tentara pendukung kudeta Turki hanya berlangsung selama beberapa jam saja di hari Jumat. Presiden Recep Tayyep Erdogan yang awalnya hendak digulingkan pun dengan cepat mengembalikan stabilitas berkat dukungan rakyat sipil.

Di sisi lain, indeks Dolar yang memantau kekuatannya terhadap sejumlah mata uang lainnya, terlihat menguat pada sesi awal perdagangan hari Senin ini. Penguatan Dolar membuat komoditas-komoditas yang dihargai dalam mata uang ini menjadi lebih mahal bagi pengguna mata uang lain, sehingga permintaan cenderung terbatas. Namun demikian, data-data ekonomi AS dan China yang dirilis hari Jumat lalu tampil prima, sehingga menumbuhkan harapan bahwa permintaan dari dua konsumen raksasa minyak itu akan tetap tinggi.

Data penjualan ritel AS bulan Juni naik lebih tinggi dari ekspektasi, dengan kendaraan bermotor termasuk salah satu jenis barang yang banyak dibeli. Produksi industri AS pun mencatat kenaikan tertingginya dalam 11 bulan terakhir.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi China pada kuartal II/2016 dilaporkan tumbuh lebih cepat dibanding estimasi, ditunjang oleh tingginya belanja pemerintah, sehingga memupuskan spekulasi tentang perlambatan ekonomi di Asia. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login