IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , , » Biodiesel Sawit Support Pengembangan Energi Indonesia

Biodiesel Sawit Support Pengembangan Energi Indonesia

Written By Indopetro portal on Friday, 12 August 2016 | 08:44

indoPetroNews- Biodesel sawit telah membantu mendukung energi mix dan industri strategis di Indonesia. Diantaranya untuk sektor pengembangan  energi. “Jumlah biodisel yang diserap  adalah 517.000 kilo liter pada triwulan pertama 2016. Untuk triwulan kedua pada 2016 jumlah biodisel yang diserap 685.000 kilo liter,” kata Direktur Utama (Dirut) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi, Kamis siang (11/8/2016) di Jakarta.


Bayu juga menegaskan bahwa biodisel sawit mengurangi impor. “Sawit juga membuat keterkaitan sektor energi dan ekonomi yang lebih besar, bahkan dari fosil fuel yang dihasilkan oleh Indonesia,” tandas Bayu, sembari mengimbuhkan dana yang tersedia untuk biodisel hingga Agustus ini sebesar Rp 6,1 triliun.
Biodisel ini, lanjut Bayu, kemudian dibeli oleh Pertamina sesuai dengan harga crude oil dan dijual dengan harga keekonomian biodiesel. “Selisihnya dibayar oleh dana kelapa sawit. Besarnya subsidi yang dibayar dana kelapa sawit naik dua kali lipat menjadi 6,061,” terangnya.
Lebih jauh Bayu mengungkapkan bahwa diperlukan mekanisme bahwa Program B20 untuk energi tetap bisa berjalan. “Dana sawit yang sekarang masih tersedia. Dan diperkirakan masih memadai sampai akhir 2016 hingga bulan-bulan pertama 2017,” katanya. Namun tentunya, ungkap Bayu, bila tidak melakukan sesuatu, jika dana itu tak terpakai, maka terjadi resiko. Oleh karena itu, harap Bayu, program dana sawit ini harus berjalan secara berkesinambungan.
Saat ini ada 7 skenario kebijakan bidoesel, yang diusulkan oleh BPDP Kelapa Sawit, yaitu: Pertama, penyesuaian Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesell. Kedua, proses standarisasi periode HIP biodiesel dan solar. Ketiga, penyesuaian terhadap volume mandatori biodiesel (tidak prioritas). Keempat, penyesuaian volume mandatori biodiesel.
Kelima, pembagian biaya keberlanjutan yang harus ditanggung konsumen. Keenam, pembagian biaya keberlanjutan yang harus ditanggung APBN. Ketujuh, harmonisasi pungutan. Ketujuh  skenario tersebut masih diperdalam, dengan melihat dinamika harga sawit dan crude oil serta APBN. “Sampai saat ini belum diputuskan sama sekali, nanti akan diputuskan oleh Komite BPDP, yakni Kemenko Perekonomian. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login