IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Cadangan Listrik dan Energi Indonesia Sangat Rendah

Cadangan Listrik dan Energi Indonesia Sangat Rendah

Written By kusairi kusairi on Thursday, 11 August 2016 | 07:59

indoPetroNews.com - Peningkatan dan pertumbuhan ekonomi selayaknya diimbangi dengan pemenuhan energy sebagai motornya. Namun faktanya, Indonesia masih defisit energy, baik fosil apalagi energy baru terbarukan sebagai energy pembangkit (listrik).

Wakil Bendahara Umum Asosiasi Produsen Listik Swasta Indonesia (APLSI) Rizka Armadhana mengingatkan cadangan listrik Indonesia saat ini masih sangat rendah sehingga rentan mengganggu pertumbuhan ekonomi. Dia mengatakan, cadangan listrik ideal sebuah negara adalah sebesar 30%. Sedangkan cadangan listrik dan energi nasional masih sangat rendah hanya sebesar 10%.

“Kita bandingkan dengan cadangan listrik Singapura yang mencapai 100%. Dengan pencadangan yang tipis ini Indonesia selalu terancam pemadaman dan ekonominya lagi yang kena,” tandas Rizka, Kamis (11/8/2016) di Jakarta.

Sebab itu, APLSI mengingatkan untuk menjaga momentum itu, pemerintah dan PLN serta produsen swasta (IPP) perlu segera melakukan konsolidasi untuk mengejar tambahan 7000 MW per tahun dalam memenuhi target proyek listrik 35.000 MW. “Kendala memang banyak, tapi proyek ini harus segera melaju kalau kita ingin ekonomi terselamatkan,” pungkas Rizka.

Produsen berharap PLN bersinergi dengan IPP dalam pembangunan 35.000 MW sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Operator listrik juga perlu mempercepat tender porsi swasta yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Sebagai catatan, pemerintah mentargetkan sebesar 7.000 MW pada 2025 untuk panasbumi. Karena itu pemerintah telah memberikan kondisi yang lebih kondusif bagi para pengembang energy baru terbarukan, utamanya Panasbumi dengan memperbaharui regu|asi Panasbumi, penyederhanaan sejumlah perijinan, dan sentralisasi birokrasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana.

Saat ini pengelolaan Panasbumi sudah dapat dilakukan pada hutan konservasi, selain itu EBTKE akan melakukan tender 30 WKP untuk periode 2016 sampai 2018. Pemerintah juga sedang menyiapkan regulasi Penugasan Survey Pendahuluan Eksplorasi (PSPE). Berbagai upaya ini dilakukan untuk mempercepat pengembangan energi Panasbumi. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login