IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Migas: Harga Gas Jadi Mahal

Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Migas: Harga Gas Jadi Mahal

Written By Indopetro portal on Wednesday, 31 August 2016 | 09:08

indoPetroNews- Harga gas di hulu bisa mencapai 4 – 5 USD per MMBTU (Million British Thermal Unit). Namun hal tersebut bergantung spesifikasinya.

“Harga hulu bisa mencapai 4 – 5 USD per MMBTU. Tergantung dari spesifikasinya. Kalau gas cukup kotor, banyak mengandung CO2 (karbon dioksida) dan H2S (hidrogen sulfida), itu harus pakai alat lagi supaya gas yang dialirkan ke industri sudah bersih. Dan ini yang membuat mahal. Tapi kalau gas itu sudah bersih maka harganya bisa 4-5 USD,” kata Direktur Teknik dan Lingkungan. Ditjen Migas, Kementerian ESDM Djoko Siswanto, Selasa (30/8/2016) di Jakarta.

Menurut alumnus ITB ini, terdapat beberaga jenis harga gas. Ada harga gas pipa, ada harga gas rumah tangga dan Liquefied Natural Gas (Gas Alam Cair) atau LNG. “Kalau LNG itu diproses dulu sebelum menjadi LNG. Gas dibawa dengan kapal, kemudian dijadikan gas lagi, kemudian ditransfer lagi menggunakan pipa. Itu yang membuat ada tambahan cost,” paparnya. Jadi, kalau dari hulu, rata-rata kalau untuk Plant of Development (PoD), asumsinya untuk domestik dan ekspor itu perbedaannya sedikit.

Dia mengemukakan bahwa harga gas selalu dikaitkan dengan harga minyak. “Bila harga minyak turun, kalau menggunakan formula minyak bumi, maka harga gas pun juga turun. Di upstream kita menentukan berapa internal rate of return-nya. Kita juga sudah menentukan asumsi dari operating cost,” ujarnya.

Namun pada praktiknya, lanjut Djoko, untuk operating cost itu setiap tahun, dilihat kembali oleh pihak Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). “Itu saya rasa beberapa variabel untuk harga gas di hulu,” katanya.

Selain itu, lanjut Djoko, kalau kita membawa gas dari Papua maka di hulunya bisa mencapai 4-5 USD. “Namun kan nanti ada proses jadi LNG, yang membutuhkan cost 1-2 USD. Dari Irian dibawa menggunakan kapal ke Arun. Di Arun diregasifikasi lagi, dan ini cost nya bisa mencapai 1-2 USD. Kemudian dari Arun dibawa ke Medan, ada toll fee lagi. Dan itu yang akhirnya membuat gas menjadi mahal harganya,” papar Djoko. (Sofyan).
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login