IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Dokumen Perubahan Struktur Organisasi Pertamina Beredar di Publik

Dokumen Perubahan Struktur Organisasi Pertamina Beredar di Publik

Written By kusairi kusairi on Wednesday, 10 August 2016 | 10:05

indoPetroNews.com - Beredarnya dokumen usulan perubahan struktur organisasi PT Pertamina (Persero) memantik reaksi dari Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman.

Menurut Yusri, hal yang mengandung keanehan dan pertanyaan publik, apakah konsep perubahan struktur organisasi Pertamina tersebut merupakan hasil pembahasan antara Dewan Komisaris dengan Direksi Pertamina atau hanya inisiatif Dewan Komisaris saja.

"Pertanyaan besarnya kapan Widyawan Prawira menandatangani surat usulan Dewan komisaris Pertamina kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, mengingat yang bersangkutan sebelum tanggal 8 Agustus 2016, Widyawan ikut bersama rombongan Dirut Pertamina ke Iran untuk merintis usaha mendapatkan Wilayah Kerja (WK) ekplorasi yang mempunyai cadangan 5 miliar barrel," papar Yusri, Rabu (10/8/2016) di Jakarta.

Menurut konsultan beberapa perusahaan minyak dan gas bumi (migas) ini, sangat wajar bila publik bertanya-tanya apa "gesekan" di manajemen BUMN bidang energy ini. "Jangan-jangan ini hasil pergesekan antara Dwi Soetjipto dengan Ibu Rini Soemarno sebelum reshuffle kabinet pada 27 Juli 2016 yang mencuat bahwa Dwi Sucipto akan menduduki posisi Meneg BUMN untuk menggeser kursi Rini Soemarno," tandas Yusri.

Dia menduga perubahan struktur Pertamina hanya sebagai jalan untuk menggeser Dwi Soetjipto atau setidaknya menjepit posisinya dengan rencana mengangkat Ahmad Bambang sebagai Wakil Direktur Utama (saat ini menjabat Direktur Pemasaran Pertamina) setelah disetujuinya struktur organisasi baru oleh Meneg BUMN.

Dugaan itu semakin menemukan titik terang dan korelasinya, lanjut Yusri, tatkala surat usulan perubahan struktur organisasi dilakukan pada saat Dirut Pertamina berada di luar negeri. "Apalagi wacana mengganti posisi Dwi Soetjipto sudah beredar luas menjelang rehsuflle kabinet. Adapun nama yang beredar kuat saat itu adalah Ahmad Bambang dengan Sofyan Basyir, yang akan menempati pos baru tersebut," ujarnya.

Padahal, imbuhnya, dalam era globalisasi perdagangan dan harga minyak mentah yang rata-rata dibawah USD 45 per barel sepanjang hampir 2 tahun ini, bisa dikatakan semua perusahaan minyak dunia mengurangi karyawan dan merampingkan organisasinya. Tetapi berbeda kenyataan dengan proses transformasi bisnis yang dilakukan oleh Pertamina yang malah makin membuat organisasi semakin gemuk.

"Publik menunggu penjelasan secara terbuka dan menyeluruh dari Pertamina atas kebijakan ini. Bole jadi anomali yang dilakukan Pertamina merupakan teori baru manajemen krisis dalam mengefisiensikan perusahaan," tandas Yusri.

Sementara pihak Pertamina, melalui VP Corporate Communication Pertamina, saat ditanyakan persoalan tersebut menjawab singkat. "Tidak ada RUPS hari ini (Selasa, 9 Agustus 2016 --red.)," katanya kepada indoPetroNews.com Selasa (9/8/2016) pada pukul 18.42 WIB. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login