IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » ESDM Butuh Menteri dari Profesional yang Menguasai Persoalan

ESDM Butuh Menteri dari Profesional yang Menguasai Persoalan

Written By Indopetro portal on Thursday, 18 August 2016 | 18:43

indoPetronews.com - Pasca dicopotnya Archandra Thahar dari jabatan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) oleh Presiden Jokowi, (15/8) lalu, bola panas kursi ESDM mulai bergulir kemana-mana. Beberapa nama pun muncul menyemarakkan perebutan kursi ini. Di antaranya ada nama Satya Widya Yudha (anggota Komisi VII DPR RI, yang membidangi soal energi dari Fraksi Partai Golkar), Kurtubi (anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Nasem), dan Iwan Ratman (profesional sekaligus praktisi migas).

Menurut Kepala Center for Energy and Strategic Resources Indonesia (CESRI), Kusairi, sebelum sampai pada keputusan untuk mendefinisikan orang dalam jabatan menteri ESDM, seharusnya dipahami dulu apa sesungguhnya yang menjadi kebutuhan pengembangan energi Indonesia ke depan. Menurut Kusairi ada beberapa persoalan yang mesti dibenahi; Pertama, sistem tata kelola energi, menyangkut payung hukum atau perundang-undangan pada dataran hulu dan regulasi pada wilayah hilir. Sejauhmana undang-undang yang ada mampu memberikan perlindungan dan penegasan terhadap kekayaan alam bangsa sehingga mampu dimanfaatkan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat.

Kedua, prioritas Pemerintahan Jokowi dalam 5-10 tahun mendatang, apakah akan mengoptimalisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) atau pengembangan energi baru dan terbarukan; Ketiga, strategi implementasi, seperti menyangkut aturan main dan struktur masing-masing wilayah pengembangan; Keempat, sinergitas dengan instansi-instansi terkait, termasuk pelembagaan birokrasi di internal ESDM; Kelima, penegakkan aturan main atau law enforcement; dan Keenam, sistem pembiayaan proyek-proyek yang akan dikembangkan, seperti apakah akan berharap dari full pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) atau membangun kemitraan dengan pihak ketiga.

“Apabila keenam persoalan inti tersebut sudah mampu dipetakan secara baik, baru kita berbicara orang atau pihak mana yang mesti dipercaya untuk memegang kendali sektor yang syarat dengan kepentingan banyak pihak ini, “ katanya.

Kusairi menambahkan, figur profesional yang menguasai persoalan, menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi jabatan Menteri ESDM. Menurut Dia, kehadiran figur sekelas Archandra sebenarnya bisa mewakili apa yang menjadi kebutuhan sektor ESDM. “Hanya saja yang perlu dipahami, jabatan menteri kan memang tidak semata-mata profesional yang dibutuhkan. Mengingat menteri itu posisi politis, jadi, akseptabilitas politik dan kepiawaian dalam memimpin birokrasi juga mutlak diperlukan,” terangnya.

Namun Kusairi, yang dikenal sebagai praktisi komunikasi di sektor migas dan beberapa kementerian ini juga berharap, bila figur politisi yang muncul, atau berasal dari afiliasi politik, disamping akan resisten secara politik juga akan terjebak pada politik “bagi-bagi kue”. “Intinya, apabila figur Menteri ESDM ini diindikasi berasal dari partai tertentu, maka partai yang lain juga pasti menuntut jatah yang sama, minimal akan meminta tambahan kursi pada posisi yang lain,” ungkapnya.

“Namun bila dinamika “perebutan kursi” itu bisa dinegosiasikan, silahkan saja”. “Namun efektifitas dalam pemerintahan dan memimpin birokrasi, sangat disangsikan, “tuturnya.

Beberapa nama yang muncul belakangan ini memang sangat ramai dibicarakan, seperti Satya Widya Yudha. Satya memiliki 23 tahun pengalaman di industri minyak dan gas bumi (migas) baik di dalam dan luar negeri. Ia mengemban tugas sebagai anggota DPR periode 2009 – 2014. Satya W Yudha duduk sebagai anggota Komisi VII yang mengawasi dan menangani permasalahan di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Riset dan Teknologi (Ristek) dan Lingkungan hidup (LH). Di 2014-2019, Satya W Yudha kembali ditugaskan menjadi Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI. Januari 2016, Satya Widya Yudha dicopot dari posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI. Dia pernah diangkat sebagai Ketua Delegasi Parlemen Indonesia untuk Pertemuan WTO Parlemen pada tahun 2011. Dia juga aktif memimpin Kaukus Green Economy di DPR RI.

Berikutnya adalah Kurtubi. Tokoh sasak ini dikenal sebagai salah satu tokoh yang sudah berpengalaman lebih lama di dalam dunia perminyakan dan gas di Indonesia dan internasional. Beliau merupakan alumni FE UI angkatan 1986. Lalu melanjutkan studi ke Institut Francais du Petrole mengambil Mastere Specialise Petroleum Economics Ruel-Malmaison. Sementara gelar PhD dia dapatkan dari Colorado School of Mines. Beliau memiliki banyak pengalaman terutama di dalam pengalaman di dunia kerja antara lain di Pertamina, Komisaris PT. Nemont Nusa Tenggara, Direktur CPPES (lembaga kajian), dan dosen di Pasca Sarjana FEUI serta Universitas Paramadina.

Sementara Iwan Ratman adalah Doktor dari UTM-Imperial College London. Dia adalah seorang profesional yang telah malang-melintang di sektor migas. Selama kurang lebih 25 tahun, Iwan bergelut di sektor energi ini. Pengalaman Iwan bukan hanya di dalam negeri, melainkan juga di luar negeri. Dia dikenal sangat menguasai persoalan migas dari hulu sampai hilir. Saat studi di luar negeri, ia juga bekerja selama 10 tahun di Total Perancis. Dia juga sempat bekerja di Pertamina, BP, Gulf, Conocophillips, Shell Amsterdam dan Brunei. Pernah duduk sebagai Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan menguasai berbagai bahasa seperti Bahasa Inggris, Perancis, Cina, Rusia, Belanda, dan Jepang. Ia juga menguasai bahasa daerah Aceh, Batak, Minang, Sunda dan Jawa. Dan kini menjabat sebagai President Petro TC International.

Terlepas dari soal kemampuan dan pengalaman dari masing-masing individu, terakhir tentu kembali kepada prerogatif Presiden Jokowi. Di antara mereka, siapa kira-kira yang paling dinilai dapat bekerja sama, memiliki loyalitas, kredibilitas, dan mampu mengamankan visi misi Presiden sebagaimana tertuang dalam Nawacita, itulah pemenangnya. Apakah figurnya satu di antara 3 nama itu? Atau malah ada figur lain yang masih disembunyikan? Bisa saja. (Gadih)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login