IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , , , » FSPPB Tolak Akuisisi PDSI oleh Elnusa

FSPPB Tolak Akuisisi PDSI oleh Elnusa

Written By Indopetro portal on Monday, 15 August 2016 | 21:39

indoPetroNews- Sejatinya Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) yang mengakuisisi PT Elnusa. Karena komposisi pendapatan Elnusa 60%-70% dari Pertamina Group (mencapai 80% adalah seismik) dan 80%-90% pendapatan PDSI adalah dari Pertamina Group. Demikian ditandaskan oleh Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Noviandrie. Oleh sebab itu, sangat wajar bila PDSI menolak upaya dan rencana akuisisi PT Elnusa. 
"Regrouping ini tidak tepat. Saham Pertamina di PDSI sebanyak 99,89%. Ada hak istimewa dari Pertamina untuk PDSI," kata Noviandrie,
Senin (15/8/2016) di Jakarta. 
Dia menegaskan rencana akuisisi dan privatisasi PDSI oleh PT. Elnusa dinilai tidak memiliki value added bagi Pertamina‘. Selain itu, dari sisi proyeksi finansial, tidak ada potensi perbedaan yang signifikan antara Elnusa mengakuisi PDSI dengan masing-masing berjalan seperti saat ini. 
Dengan komposisi pendapatan Elnusa 60%-70% dari Pertamina Group (mencapai 80% adalah seismik) dan 80%-90% pendapatan PDSI adalah dari Pertamina Group maka yang ada justru hasil PDSI yang selama ini 100% kembali ke negara berpotensi akan dinikmati oleh shareholder lain. 
"Satu hal yang mengherankan adalah secara empiris, Elnusa telah terbukti "gagal" mengelola bisnis Drilling dan Workover-nya. Dengan memasukkan PDSI ke dalam Elnusa, berpotensi akan mengulangi "kesalahan" yang sama," kata Noviandrie. Bisnis Elnusa dan PDSI, lanjut Noviandrie,  meskipun pada "kolam" yang sama namun tidak banyak bersinggungan karena portofolio terbesar Elnusa adalah seismik dan perforasi, sedangkan PDSI bergerak di bidang drilling dan workover. 
Integrasi keduanya, tambah Noviandrie, bisa dilakukan tanpa harus melakukan penggabungan/akusisi antarentitas yang berbiaya dan berisiko tinggi. Cukup dengan cara integrasi melalui sentralisasi planning dan monitoring di Upstream Pertamina dengan cara pembentukan joint comittee PDSI dan Elnusa sebagai support. 
SP PDSI dan FSPPB, imbuh Noviandrie, juga mengajukan konsep yang sebaliknya, yaitu apabila tetap dilakukan akuisi antarentitas maka akan lebih cocok bila PDSI yang menerima inbreng saham Pertamina di Elnusa. Karena kondisi yang lebih tepat saat ini adalah menguatkan internal Pertamina sebelum "bertarung" ke|uar. 
"Dengan skenario apabila kepemilikan 41% saham Elnusa oleh PDSI maka tidak ada porsi pendapatan Pertamina dari PDSI yang "lari" keluar, dan dapat menciptakan integrated services dari seismik sampai surface facility yang akan menjadi modal kuat guna merealisasikan aspirasi Pertamina 2030," tegasnya. 
Ketua Serikat Pekerja Pertamina Drilling Services Indonesia, Eko Hardjani, menyatakan bahwa PDSI memiliki 43 unit rig.  "Sebanyak 23 rig untuk minyak dan gas," kata Eko. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login