IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Harga Minyak Mentah Ambruk, Kuwait Lambungkan Harga Bensin

Harga Minyak Mentah Ambruk, Kuwait Lambungkan Harga Bensin

Written By Indopetro portal on Tuesday, 2 August 2016 | 15:40

indoPetroNews.com- Anjloknya harga minyak mentah di pasar internasional berdampak pada negara-negara Timur Tengah, yang kaya sumber minyak. Salah satunya Kuwait. Kuwait telah memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium/bensin hingga 80 prosen. Sidang kabinet Kuwait pada Senin (1/2/2016) telah putuskan untuk menaikkan harga bensin hingga lebih dari 80 prosen, terhitung sejak 1 September mendatang.

Kebijakan ini ditempuh untuk mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. Lewat keterangan tertulis, pemerintah Kuwait menjelaskan harga bensin beroktan rendah akan naik sampai 41 persen menjadi US$ 28 sen seliter, bensin beroktan tinggi melonjak hingga 61 persen ke angka US$ 35 sen per liter.

Kuwait juga memutuskan buat menaikkan harga bensin beremisi rendah sampai 83 persen menjadi US$ 55 sen tiap liter. Ini merupakan kenaikan harga bensin pertama di Kuwait dalam dua dasawarsa terakhir. Kuwait menjadi negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) terakhir menaikkan harga bensin. Lima anggota GCC lainnya - Arab saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman - sudah mnghapus seluruh atau sebagian subsidi atas bahan bakar minyak karena jatuhnya harga emas hitam dunia itu.

Kabinet Kuwait bilang sebuah komite bentukan pemerintah bakal mengkaji harga bensin itu saban tiga bulan, mengikuti harga internasional. Selain menaikkan harga bensin, parlemen Kuwait April lalu mengesahkan rancangan beleid disponsori pemerintah untuk menaikkan tarif listrik dan air bagi penduduk dan pengusaha asing. Kenaikan pertama dalam waktu hampir setengah abad ini bakal berlaku mulai September tahun depan. Namun tarif baru itu tidak berlaku bagi warga negara Kuwait.

Dalam tahun anggaran sebelumnya, Kuwait diperkirakan mengalami defisit US$ 18,3 miliar, defisit pertama dalam 15 tahun belakangan. Negara Arab Teluk ini diprediksi mengalami defisit US$ 29 miliar dalam tahun anggaran 2016-2017.

Upaya lainnya buat mengatasi defisit, Menteri Keuangan Kuwait Anas as-Saleh bulan lalu mengatakan pemerintah bakal menerbitkan surat utang negara senilai US$ 10 miliar dalam mata uang dolar Amerika dan sukuk ke pasar internasional buat tahun anggaran 2016-2017. Juga akan dirilis obligasi di pasar domestik bernilai US$ 6,6 miliar. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login