IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Ini Sejumlah PR Menteri ESDM Menurut PWYP

Ini Sejumlah PR Menteri ESDM Menurut PWYP

Written By Indopetro portal on Monday, 1 August 2016 | 16:11

indoPetroNews.com- Sejumlah pekerjaan rumah (PR) telah menanti Archandra Tahar, Menteri Eneegi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru, yang menggantikan Sudirman Said. Koalisi Masyarakat Sipil Publish What You Pay (PWYP) Indonesia menilai, ada beberapa agenda dan Pekerjaan Runah (PR) besar bagi Archandra.

Maryati Abdullah, Koordinator Nasional PWYP Indonesia menyampaikan bahwa sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) perlu mendapat perhatian. "Peningkatan eksplorasi dan strategi pencadangan, efisiensi dan pengawasan cost revocery, optimalisasi dan modernisasi teknologi untuk peningkatan produksi, transparansi dan akuntabilitas sistem pengangkutan dan penjualan migas bagian negara (government entitlement), perhitungan PNBP dan Dana Bagi Hasil bagi daerah, keterlibatan daerah dan penyertaan modal daerah (participating interest) dalam pengelolaan migas, pengaturan rantai supply yang menopang kegiatan sektor hulu migas, " kata Maryati, Senin (1/8/2016) di Jakarta. 

Selain itu, kata Maryati, pemerintah perlu meningkatkan local content dalam industri hulu migas, insentifikasi dan diversifikasi model kontrak bagi hasil (PSC) bagi wilayah-wilayah frontier industri migas, serta optimalisasi multiflier effect dari industri migas bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.

PWYP juga menyoroti aspek midstream. "Transparansi dan akuntabilitas sistem pengangkutan dan penjualan migas bagian negara (government entitlement), pengaturan dan transparansi kebijakan ekspor-impor minyak mentah dan gas," tandas Maryati.

Lebih jauh Maryati mengungkapkan juga soal kebijakan dan transparansi perhitungan subsidi BBM, pengaturan dan pengawasan kebijakan quota dan distribusi gas, pengaturan dan pengawasan rantai supply dan demand sektor hilir, pengembangan infrastruktur gas kota bagi masyarakat, transparansi dan sosialisasi kebijakan pengaturan harga.

"Revisi Undang-undang Migas dan penguatan kelembagaan sektor migas, penguatan tata kelola migas, dan pengembangan kebijakan untuk strategi pencadangan migas nasional," kata Maryati, sembari menambahkan tentang perlunya strategi pencadangan sumber-sumber energi; stock security; strategi pemenuhan kebutuhan energi, efisiensi dan kemandirian energi; realiasi kebijakan pengembangan kilang; serta tindak lanjut kebijakan dana ketahanan energi.

PWYP juga mendorong dan mengingatkan pemerintah strategi pencapaian bauran energi nasional. "Strategi diversifikasi sumber-sumber energi, pengurangan ketergantungan pada energi fosil, monitoring dan pengawasan rantai supply-demand energi agar efisien dan tepat sasaran," paparnya.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah upaya pemenuhan kebutuhan listrik nasional. "Pengawasan pencapaian target pengembangan proyek 35.000 MW, memastikan aspek sosial dan lingkungan hidup, memastikan listrik yang efisien dan tepat sasaran, serta pengembangan infrastruktur yang terintegrasi dan efektif untuk mengatasi kesenjangan akses energi listrik pada berbagai wilayah di Indonesia," kata Maryati, sembari menambahkan soal pengembangan energi baru terbarukan. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login