IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Meneg BUMN Bantah Usulkan Perubahan Struktur Dewan Komisaris Pertamina

Meneg BUMN Bantah Usulkan Perubahan Struktur Dewan Komisaris Pertamina

Written By Indopetro portal on Thursday, 11 August 2016 | 19:07

indoPetronews.com - Meneg Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, membantah adanya usulan perubahan struktur manajemen dan wacana jabatan baru Wakil Direktur Utama PT Pertamina. Bantahan tersebut terungkap dalam acara Meneg BUMN di Kemenko Perekonomian (11/8/2016) di Jakarta. Rini justru merasa heran tidak tahu dan mengaku belum ada usulan tersebut.

Kontan saja pernyataan Meneg BUMN tersebut mendapat respon dari Direktur Eksekutif Center of Energy and Mineral Resources (CERI) Yusri Usman. "Biasalah, sandiwara tingkat tinggi," tegas konsultan beberapa perusahaan migas ini, Kamis petang (11/8/2016) di Jakarta.

Padahal, lanjut Yusri, setelah semua Direksi Pertamina berada di Jakarta pada Rabu (10/8/2016) dan mereka mengaku tidak mengetahui langkah-langkah Dewan Komisaris pada Selasa (8/8/2016). Seperti diketahui dokumen yang berisi usulan Dewan Komisaris, yang beredar di publik, juga ditembuskan pada semua Direksi Pertamina.

"Atas dasar kajian siapa Dewan Komisaris mengusulkan perubahan struktur tersebut tanpa mendengar usulan Dewan Direksi Pelaksana yang paling mengetahui tugas dan beban serta hambatan-hambatan pekerjaan masing-masing direktorat di lingkungan Pertamina," kataYusri. Termasuk bagaimana rentang kendali dengan manager area dan unit- unit bisnis yang begitu banyak disektor hulu yang beroperasi di dalam dan luar negeri.

Kalau memang benar kebijakan itu hanya semata datang dari pihak komisaris Pertamina saja, ungkap alumnus Geologi UGM, Yogyakarta ini, maka fakta ini semakin menarik. "Ada agenda apa dibalik semua ini?," tanya Yusri, sembari mengimbuhkan bahwa dibalik rencana akuisisi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah Meneg BUMN.

Sementara itu Corporate Secretary PT Pertamina, Wisnuntoro, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah palsu atau asli. "Kita juga enggak tahu dokumen yang beredar itu asli atau palsu," katanya kepada sejumlah media, termasuk indoPetroNews.com Kamis (11/8/2016) di Jakarta.

Terkait masalah tersebut, orang Pertamina (yang enggan disebut identitas dirinya) juga menyatakan
usulan diadakannya Wakil Direktur Utama PT Pertamina disebut menyalahi konsep organisasi modern yang small and slim.

"Adanya Wakil Dirut membuat organisasi jadi tall and decision making process jadi lambat dan tidak customer focused," kata orang dalam Pertamina itu. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login