IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Pelibatan Perbankan Nasional dalam Proyel LNG masih Kecil

Pelibatan Perbankan Nasional dalam Proyel LNG masih Kecil

Written By Indopetro portal on Friday, 5 August 2016 | 10:02

indoPetronews.com - Pelibatan perbankan nasional dalam megaproyek Liquefied Natural Gas (LNG) Tangguh Train 3 masih relatif kecil. Apa alasannya?

“Menurut peraturan Bank Indonesia (BI) bila ada konsorsium pinjaman seperti proyek Tangguh Train 3, maka porsi Indonesia harus lebih kecil. Sekarang yang dialokasikan baru sekitar US$100 juta . Karena kita melihat batas maksimum pemberian kredit,” kata Kepala Humas SKK Migas, Taslim Z. Yunus, beberapa waktu lalu di Jakarta. Selain itu, katanya, setelah ini ada proyek-proyek lain  yang akan melibatkan perbankan nasional.  Jadi ke depan akan banyak membutuhkan financing.

Dia membenarkan dari total pembiyaan proyek Tangguh Train 3 sebesar US$3,74 miliar, kontribusi porsi pihak Indonesia hanya US$100 juta . “Karena siapa yang bisa memberikan kolateral  sebesar US$3,74 miliar? Dan ini memang peraturan BI. Proyek besar ini kan baru pertama kali melibatkan pihak perbankan nasional,” cetus Taslim.

Saat ditanyakan apakah akan ada lagi proyek hulu migas yang akan melibatkan perbankan nasional, Taslim berkata, “Mudah-mudahan setelah ini ada proyek Blok Kasuri, Genting Oil, Masela, Indonesia Deep Water Development (IDD) dan beberapa proyek lain”. Intinya adalah proyek besarnya adalah Tangguh Train 3.
Walaupun demikian, lanjut Taslim, ada juga proyek-proyek kecil  yang pasti akan melibatkan perbankan nasional, seperti pembiayaan untuk infrastruktur, pengadaan barang dan jasa untuk vendor-vendor lokal.

Seperti diberitakan sebelum ini, proyek LNG Tangguh Train 3 di Teluk Bintuni, Papua Barat, mendapat suntikan pembiayan dari sejumlah bank internasional maupun nasional. Megaproyek itu menjadi momentum pembelajaran perdana institusi keuangan lokal dalam proyek LNG.

"Berdasarkan karakteristiknya, Tangguh Train 3 ini terobosan dalam proyek LNG di dunia, dengan lembaga keuangan internasional bersedia membiayai proyek LNG yang sebagian besar produksinya dialokasikan untuk domestik. Pertama kalinya juga pembiayaan proyek LNG melibatkan institusi keuangan lokal," tutur Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi. (Sofyan)

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login