IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pemotongan Anggaran EBTKE Tidak Dapat Terhindarkan

Pemotongan Anggaran EBTKE Tidak Dapat Terhindarkan

Written By kusairi kusairi on Tuesday, 9 August 2016 | 17:13

indoPetroNews.com - Upaya pemangkasan anggaran untuk pos Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) di Indonesia adalah suatu hal yang tidak bisa dihindari oleh Kementerian ESDM. Pasalnya, defisit anggaran membayangi keuangan negara saat ini.

"Pemerintah pasti akan lebih memilih mengelola atau memberikan perhatian ke pos yang potensial memberikan pemasukan lebih cepat seperti sektor minyak dan gas," kata Direktur Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, Selasa (9/8/2016) di Jakarta.

Oleh karena itu, Komaidi menyarankan, salah satu jalan keluar untuk mengatasi permasalahan besarnya biaya dalam pengembangan EBT dan Konservasi energi adalah dengan memperbesar porsi swasta untuk ikut terlibat dan untuk bisa mengajak swasta maka insentif dan kepastian usaha harus diberikan.

"Saya kira swasta tidak jauh-jauh dari insentif dan kepastian usaha, jika pemerintah bisa memberikan dua paket itu saya kira sudah cukup," kata Komaidi.

Menurut dia sektor EBTKE tidak akan berjalan jika hanya mengandalkan uang negara, apalagi anggaran untuk pengembangan dua sektor itu tengah mengalami pemangkasan anggaran oleh Kementerian ESDM.
Ia mengungkapkan dengan adanya pemotongan anggaran
dari Kemenkeu maka sangat wajar jika ada pos yang anggarannya berkurang, terlebih EBT yang hasil atau outputnya relatif lama memang berpotensi jadi opsi untuk dikurangi.

"Apalagi dalam hal ini menteri yang baru lebih ahli dalam hal minyak dan gas. Saya kira ada beberapa manfaat positif jika fokus ke migas. Penerimaan negara tetap jauh lebih baik dibanding fokus ke EBT," katanya.

Menurut Komaidi penerimaan negara ditengah kondisi sekarang masih tetap jauh lebih baik dibanding fokus ke EBT, karena itu opsi untuk melibatkan swasta bisa dijadikan jalan tengah yang efektif. "Karena EBT saat ini lebih cost centre, saya kira memberikan fasilitas untuk swasta bisa jadi jalan baik," katanya.

Sebagai catatan, EBT dan Konservasi Energi menjadi pos yang kebagian untuk dikurangi anggarannya berdasarkan instruksi penghematan dari Presiden Joko Widodo. Selain itu, beberapa proyek EBT juga ada yang harus dihentikan pasca-instruksi pemangkasan anggaran di APBNP 2016. Seperti pemasangan panel surya untuk pembangkit listrik di bandar udara (bandara), sampai sosialisasi penghematan energi.

Selain itu, Kementerian ESDM juga akan mengevaluasi program kampanye konservasi energi dan sosialisasi Program Indonesia Terang (PIT), yang semula berlaku di 20 provinsi kini dipangkas.

"Memang susah ya, untuk hitung kembali penghematan anggaran. Namun kami harus sesuaikan dengan target itu," tandas Teguh Pamdudji, Sekjen Kementerian ESDM. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login