IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , , , » Permintaan Produk Minyak Negara Timur Tengah Ini Malah Memecah Rekor Sejarahnya

Permintaan Produk Minyak Negara Timur Tengah Ini Malah Memecah Rekor Sejarahnya

Written By Indopetro portal on Saturday, 20 August 2016 | 06:17

indoPetroNews-  Di tengah harga minyak mentah yang kini sedang rendah, ekonomi non-migas Qatar ternyata masih kuat, berbeda dengan dengan negara-negara tetangganya di area Gulf yang sangat lambat (pertumbuhan ekonomi - red). Adapun permintaannya terhadap produk refined oil menjadi dua kali lipat lebih banyak dalam kurun waktu 5 tahun dengan investasi infrastruktur yang sangat besar untuk persiapan ajang FIFA World Cup 2022 dan ekspansi dalam industri penerbangan sipil.

Konsumsi produk refined oil harian Qatar, termasuk bahan bakar miyak (BBM) dan bahan bakar jet, menembus rekor 228.000 barel per hari antara Januari dan Mei 2016, dilansir oleh Bloomberg yang bereferensi dari data milik Joint Organization Data Initiative (JODI).

Qatar telah menginvestasikan US$200 miliar untuk meningkatkan infrastrukturnya dalam rangka menjadi tuan rumah World Cup, meskipun perlakuan terhadap pekerja migran di fasilitas telah memicu kontroversi besar. Negara ini pun berinvestasi untuk armada kapal Qatar Airways, yang mana telah mendorong permintaan akan minyak tanah rata-rata melebihi 113.000 barel per hari antara Januari dan Mei 2016, dua kali lebih besar dibandingkan pada tahun 2014.

Perekonomian Qatar saat ini terlihat sehat, walaupun harus meningkatkan kegunaan dan harga energi untuk mengisi gap pada budget yag terjadi akibat harga minyak. International Monetary Fund (IMF) memperkirakan gross domestic product (GDP) Qatar tumbuh sebesar 3,4 persen di 2016 dan 2017 berturut-turut,  dengan indeks harga konsumen yang naik 2,4 persen di 2017.


Direktur Riset Ekonomi Gulf Research Center John Sfakianakis mengatakan “Daya beli di Qatar kini sudah sangat besar, dimana akan memudahkan masyarakatnya untuk terus mengonsumsi produk migas walaupun harganya naik”

Ini bertentangan dengan tren turun pada sektor ekonomi secara umumnya di banyak negara Gulf, dengan harga crude rendah yang kini mengorbankan mereka (negara-negara Gulf selain Qatar - red) dan juga mendorong Arab Sudi, sebagai produsen  Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) terbesar, memotong subsidi untuk BBM dalam upaya menopang defisit budget yang amat besar.(Gadih/oilprice.com)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login