IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » PLN Tidak Pernah Serius Kembangkan EBT

PLN Tidak Pernah Serius Kembangkan EBT

Written By Indopetro portal on Thursday, 11 August 2016 | 19:12

indoPetronews.com, - Upaya akuisisi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapat respon keras dari Direktur Eksekutif Center of Energy and Mineral Resources (CERI)

"Sampai saat ini PLN sejak dahulu tidak serius mengembangkan pembangkit Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Banyak unit geothermal skala kecil PLN yang tak jalan," tegas Yusri, Kamis (11/8/2016) di Jakarta.

Seperti diketahui, penuturan Direktur Utama (Dirut) PLN Sofyan Basyir (10 /8/2016) bahwa Kementerian BUMN yang mendesak PLN untuk mengakuisisi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

"Itu (akuisisi --red.) Kementerian BUMN. Kemarin kami bertemu bersama-sama Bu Rini dengan Dirut PLN, Dirut Pertamina dan Dirut PGE. Kira-kira dua minggu lalu," kata Direktur Utama PLN, Sofyan Basyir.

Menurut Sofyan, bila sudah disampaikan oleh Ibu Rini maka hal tersebut (akuisisi) sudah menjadi kepastian.
"Kalau ada yang disampaikan Bu Rini sudah pasti harus dilaksanakan. Kan beliau pemilik," kata Sofyan, sembari menambahkan lebih cepat lebih baik karena:memang penugasan dan segera akan mencarikan pendanaannya dari pinjaman.

Lebih jauh Yusri mengungkapkan bahwa pada awal 1990, untuk menerobos kendala pengembangan panasbumi, sering terhambat soal penetapan tarif jual (bisa bertahun-tahun saat itu) di PLN. Akibatnya, kata Yusri, dibentuklah perusahaan patungan antara Pertamina dan PLN yaitu PT Geodipa mengelola PLTP Dieng - Patuha.

"Ironisnya, malah tidak jelas hasilnya. Jadi, tidak salah bila terdapat dugaan bahwa sejak dahulu sampai sekarang PLN sangat tidak serius mengembangkan bisnis EBT," tegasnya. Mereka sudah sangat nyaman dengan pembangkit dengan energi batubara dan solar. Memang belakangan ini banyak sudah beralih ke gas.

Yusri berpandangan bahwa upaya pemaksaan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno kepada PLN untuk mengakuisisi PT PGE adalah upaya menguburkan semangat pengembangan energi panasbumi yang ditargetkan pada 2024 bisa mencapai kapasitas 7000 MW bagaikan pungguk merindukan bulan. "Dan ini sangat bertentangan dengan perintah Presiden ke PLN pada 23 Juni 2016 bahwa PLN bukan membeli pembangkit listrik tetapi membeli listrik," kata Yusri.

Maka kalau mau melihat ke belakang, tambah Yusri, semua kiprah Rini selama ini, baik menyangkut kebijakannya di pembangunan kereta cepat Jakarta - Bandung, Pelindo 2 dan soal PGN dengan Pertamina serta dengan PLN, baik soal status PT PGE dan adanya upaya pemakasaan menekan Pertamina supaya mundur dari tender PLTG Jawa 1, maka sudah sewajarnya publik menginginkan posisi Rini dicopot dari Meneg BUMN pada rencana reshuffle jilid 3 yang konon ada lagi pada
Oktober mendatang. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login