IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » Plt Menteri ESDM Ajak SKK Migas Bekerja Efisien dan Bangun Kebersamaan

Plt Menteri ESDM Ajak SKK Migas Bekerja Efisien dan Bangun Kebersamaan

Written By Indopetro portal on Saturday, 27 August 2016 | 09:14

indoPetroNews- Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan, mengajak seluruh karyawan dan pimpinan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk selalu membangun kebersamaan, khususnya dalam sektor migas di Indonesia Timur.

"Prioritas pemerintahan Jokowi - JK adalah membangun Indonesia bagian Timur yang selama ini tertinggal dibandingkan Indonesia bagian Barat. Apalagi cadangan migas Indonesia sangat banyak ditemukan di kawasan Timur," kata Luhut, kepada sejumlah media, seusai menghadiri acara Townhall Meeting dengan pimpinan, karyawan, dan manajemen SKK Migas, pada Jumat (26/8/2016) di Ruang Serbaguna Gedung City Plaza Lantai 9 Jl. Gatot Subroto Jakarta. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM, I Gede Nyoman Wiratmadjapuja.

Menurut Luhut, dirinya diundang oleh Pak Amien Sunaryadi, selaku Kepala SKK Migas. "Kita datang untuk bincang-bincang dan tatap muka dengan kawan-kawan SKK Migas. Saya menyampaikan soal Poros Maritim, di mana di sana juga ada soal energi, yang juga menjadi bagian dari SKK Migas. Intinya kita membangun kebersamaan untuk membangun industri hulu migas, terutama di kawasan Indonesia Timur," papar Luhut.

Dia juga menyampaikan agar para karyawan SKK Migas bekerja lebih efisien, lebih banyak lagi memaksimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan bekerja dengan teamwork, memegang teguh garis komando ke atas serta loyal kepada pimpinan. "Itulah poin penting sharing dan arahan kita," ujarnya.

Saat ditanyakan soal Blok Mahakam, yang Pertamina akan ikut serta, Luhut menyatakan pihaknya tinggal menunggu draf payung hukumnya. "Saya nanti membaca dan tanda tangani. Insya Allah Senin pekan depan selesai," tandas Luhut, sembari mengimbuhkan pihaknya telah mendorong revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 agar lebih mempermudah proses eksploitasi dan eksplorasi migas di laut. Sebab, migas Indonesia ke depan cadangannya lebih banyak ditemukan di laut. "Mosok di laut juga dikenakan PBB (pajak bumi dan bangunan). Jangan di awal kita mencekik. Nanti kalau berproduksi, baru kita kenakan bea dan lain semacamnya," tegasnya.

Sementara Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi, melaporkan jumlah produksi minyak, yang tidak terlalu buruk.

Menurut Amien, produksi minyak saat ini telah mencapai sebanyak 834.000 barel per hari. Data terakhir ini tercatat pada 30 Juni 2016. Namun berdasarkan Work Program and Budget (WP&B) 2016, produksi minyak ditetapkan sebesar 830.00 barel per hari tetapi direvisi menjadi 820.000 barel per hari.

Capaian tersebut, kata Amien, tidak lepas dari kerja sama dan usaha keras dari semua pihak, baik karyawan SKK Migas, pemerintah, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) dan para stakeholders.

Amien juga memaparkan jumlah Wilayah Kerja (WK). "Saat ini terdapat 286 WK (wilayah kerja), sebanyak 67 WK yang berproduksi dan 18 WK pengembangan. Volume produksinya mencapai 834.000 barel per hari," ujarnya. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login