IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Potensi Shale Gas Indonesia Capai 574 TCF

Potensi Shale Gas Indonesia Capai 574 TCF

Written By Indopetro portal on Monday, 1 August 2016 | 09:23

indoPetroNews.com- Indonesia memiliki potensi EBT mencapai 176,01 Gigawatt. Angka itu terdiri dari energi bayu sebesar 950 Megawatt, tenaga surya 11 Gigawatt, tenaga air 75 Gigawatt, energi biomasa 32 Megawatt, biofuel 32 Megawatt, energi laut 60 Gigawatt dan panas bumi 29 Gigawatt.
Selain itu, potensi shale gas di Indonesia juga mencapai angka fantastis. Sebab berdasarkan data American Association of Petroleum Geologists dan Badan Informasi Energi AS, potensi shale gas di Indonesia mencapai 574 triliun kaki kubik (TCF). Sebagai gambaran, satu TCF shale gas bisa menghasilkan 100 miliar kWh listrik dan menghidupkan 12 juta unit kendaraan berbahan bakar gas setahun.
“Artinya, potensi shale gas di Indonesia mencapai 6,89 miliar unit kendaraan berbahan bakar gas selama setahun. Dan potensi coal bed methane (CBM) di Indonesia pun terbilang sangat besar, diperkirakan mencapai 450 TCF, atau setara dengan bahan bakar yang mampu menghidupkan 5,4 miliar unit kendaraan berbahan bakar gas setahun,” kata Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Energi Terbarukan Halim Kalla, Minggu (31/7/2016) di Jakarta. Jadi potensi Indonesia sangat besar dan sangat melimpah. Dari kedua sektor ini saja memenuhi kebutuhan bahan bakar gas untuk 12,29 miliar unit kendaraan.
Lebih jauh Halim mengutarakan, jika diasumsikan setiap kendaraan berbahan bakar gas menghabiskan biaya Rp 1 juta/bulan, maka setiap tahunnya dana yang disediakan untuk bahan bakar gas kendaraan itu sebesar Rp 12 juta. Dengan demikian, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar gas bagi 12,29 miliar unit miliar kendaraan, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 147.480 triliun.
“Itu berarti, dengan pengembangan optimal shale gas dan CBM di Indonesia, maka pemerintah bisa meraup dana Rp 147.480 triliun, atau setara dengan 12,7 kali Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2015, yang tercatat sebesar Rp 11.540,8 triliun. Belum termasuk sektor EBT lainnya. Jadi, menurut kami, potensi penerimaan sebesar ini sangatlah tidak masuk akal jika diabaikan begitu saja,” tegas Halim. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login