IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Rencana Pemotongan Anggaran Ditjen EBTKE Sinyal Negatif Pengembangan EBT

Rencana Pemotongan Anggaran Ditjen EBTKE Sinyal Negatif Pengembangan EBT

Written By Indopetro portal on Saturday, 6 August 2016 | 09:36

indoPetronews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) berencana memotong anggaran sebesar 900 milyar. Berdasarkan informasi, pemotongan terbesar dilakukan pada Ditjen EBTKE. Pemotongan pada Ditjen EBTKE mencakup tiga kegiatan: pemasangan solar rooftop pada bandara, sosialisasi program potong 10% dan Program Indonesia Terang (PIT).

“Wacana pemotongan anggaran yang dilakukan pada proyek energi terbarukan dan konservasi energi menunjukkan Menteri ESDM baru tidak berpihak dan abai pada pengembangan energi terbarukan dan konservasi energy,” kata Direktur Eksektutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa pada Sabtu (6/8/2016) di Jakarta.

Fabby menghawatirkan tindakan ini akan memberikan sinyal negatif kepada pelaku usaha dan investor, serta mitra pembangunan terhadap keseriusan pemerintah mendorong pengembangan energi terbarukan. Seperti diketahui, sesuai Kebijakan Energi Nasional (KEN), energi terbarukan diharapkan mencapai 23% dari bauran energi nasional pada 2025, dari 5% pada saat ini. Untuk mencapai target yang ambisius ini, diperlukan stimulus dana publik dan instrumen kebijakan lainnya untuk menarik investasi.

Pemotongan anggaran sosialisasi PIT, lanjut Fabby, dipastikan dapat menghambat implementasi PIT dan menunda pelaksanaaannya. Sebelumnya, KESDM merancang 4 tahap program PIT dimana tahap 1 berupa persiapan program, termasuk sosialisasi ke Pemda dilaksanakan hingga akhir 2016. Tahap persiapan ini sangat krusial untuk mendapatkan dukungan Pemda di 6 provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia Timur, termasuk persiapan lokasi, sosialusasi kepada masyarakat dan pelaku usaha di daerah yang bisa terlibat dalam program ini.

“Pemotongan anggaran untuk PIT juga dapat berdampak pada kinerja KESDM dan menghambat program prioritas Presiden dalam hal meningkatkan akses dan pelayanan listrik. RPJMN mentargetkan rasio elektrifikasi mencapai 96% pada tahun 2019,” papar Fabby. Penundaan pelaksanaan PIT, imbuhnya, akan berdampak pada penyediaan listrik di 12.600 desa yang menjadi sasaran dan setidaknya 2 juta rumah tangga yang belum terlistriki di 6 propinsi Indonesia Timur.

Dia menyatakan pemotongan anggaran sosialisasi "Gerakan Potong 10%" dapat menghilangkan momentum penghematan energi yang sedang dibangun oleh KESDM. Sosialisasi yang luas kepada Pemda dapat mendorong penghematan energi pada fasilitas publik, yang dapat berakibat pada penghematan anggaran untuk biaya energi.

Fabby Tumiwa menekankan agar Menteri ESDM untuk memberikan arahan yang tegas kepada jajarannya dalam memprioritaskan pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi. Menteri ESDM juga diharapakan mendukung implementasi regulasi energi terbarukan, misalnya Permen 19/2016, serta insentif untuk energi terbarukan dan konservasi energi. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login