IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Semburan Pipa Gas Pertagas di Bekasi Sudah Tidak Ada

Semburan Pipa Gas Pertagas di Bekasi Sudah Tidak Ada

Written By kusairi kusairi on Wednesday, 10 August 2016 | 10:09

indoPetroNews.com - Semburan lumpur terjadi di beberapa rumah warga di Kampung Kebon Kelapa, Desa Segaramakmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Semburan lumpur muncul sebagai dampak proyek pemasangan pipa gas milik PT Pertamina Gas (Pertagas). Semburan lumpur tersebut terjadi padaMinggu (7/8/2016).

Selaku operator, PT Pertamina Gas (Pertagas) mengakui bahwa sedang melaksanakan proyek pemasangan pipa gas open acces ruas Muara Karang-Muara Tawar di lokasi tersebut.

Hatim Ilwan, Manager PR & CSR, PT Pertamina Gas, menjelaskan bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari jalur pipa gas berdiameter 24 inchi sepanjang 31 km yang membentang dari Muara Karang di DKI Jakarta hingga Muara Tawar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat guna mengalirkan gas bagi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik milik PLN di Muara Tawar.

“Khusus di lokasi tersebut, terdapat penanaman pipa gas sepanjang hampir 1 km dengan menggunakan teknologi pengeboran horizontal secara langsung atau Horizontal Directional Drilling (HDD),” kata Hatim, kepada indoPetroNews.com Selasa malam (9/8/2016) di Jakarta.

Dengan teknologi ini, lanjut Hatim, tidak diperlukan penggalian tanah sepanjang pipa tersebut tetapi penggalian cukup di entry dan exit point pipa saja. Dengan HDD pipa gas bisa ditanam dengan kedalaman hingga mencapai 20 meter di bawah permukaan tanah.

“Teknologi ini dipilih selain teknologi open cut (digali secara langsung) dengan alasan jalur pipa berada di pinggir jalan raya yang lalu lintasnya sangat padat (banyak dilewati truk-truk ukuran besar) dan tidak terlalu lebar sehingga sulit ditempatkan alat berat,” paparnya.

Diakuinya, bahwa dalam proses kontruksi tersebut terdapat dampak dari pengeboran dengan munculnya cairan lumpur di beberapa rumah warga. “Lumpur tersebut sejatinya merupakan bentonit yang digunakan untuk memperlancar proses pengeboran dengan metode HDD sekaligus sebagai media pembawa tanah hasil pengeboran saat keluar ke permukaan. Cairan tersebut tidak membahayakan dan hanya digunakan dalam proses kontruksi saja,” tandas Hatim. ‎

‎Menurut dia, lumpur bentonit muncul hingga permukaan tanah dikarenakan kondisi tanah (subsurface) yang berbeda-beda sehingga kondisi tanah yang lemah strukturnya mengakibatkan bentonit akan keluar melalui rongga-rongga yang kosong hingga permukaan. Informasi yang dihimpun, wilayah tersebut dahulunya merupakan rawa dan sawah tadah hujan. ‎

“Atas peristiwa tersebut pihak kontraktor yang dalam hal ini merupakan konsorsium HMP (Hutama Karya, Moeladi dan Promatcon) langsung menemui warga yang terdampak dan memberikan komitmen serta bertanggung jawab atas segala kerusakan yang terjadi akibat dampak kontruksi,” ujarnya.

Pihak Pertagas serta kontraktor pun, lanjutnya, secara aktif berkoordinasi dengan aparatur desa, pihak keamanan, para tokoh serta warga yang terdampak dalam menyelesaikan kejadian yang ditimbulkan dari pekerjaan konstruksi ini.

Menurut Hatim, untuk menyelesaikan permasalahan atas dampak proyek ini, Pertagas dan kontraktor selalu mengutamakan musyawarah dan pendekatan kekeluargaan. ‎”Ganti rugi yang muncul akibat dampak kontruksi ini dihitung berdasarkan azas kewajaran,” katanya.

Dengan dukungan penuh dari para pemuka desa serta aparat keamanan sampai saat ini, ungkap Hatimm, situasi sangat kondusif sehingga proyek terus berjalan dan bisa rampung sesuai rencana.

Saat ini proses pekerjaan HDD di lokasi tersebut sudah selesai seiring dengan selesainya pekerjaan pullback yang bertujuan menarik pipa sepanjang hampir 1 km tersebut ke dalam tanah dari exit point ke entry point, Senin (8/8/2016). “Saat ini sudah tidak ada lagi lumpur yang muncul di rumah warga,” kata Hatim.

PT Pertamina Gas berterima kasih, ungkap Hatim, kepada seluruh pihak yang senantiasa mendukung proses pekerjaan penanaman pipa di ruas Muara Karang-Muara Tawar ini sehingga diharapkan bisa segera rampung dan secepatnya bisa digunakan guna mensuply kebutuhan energi yang lebih ramah lingkungan untuk pembangkit listrik. (Sofyan)

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login