IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , , » Tidak Rasional Bila Arcandra Tahar Dijadikan Menteri ESDM Lagi

Tidak Rasional Bila Arcandra Tahar Dijadikan Menteri ESDM Lagi

Written By Indopetro portal on Friday, 19 August 2016 | 08:49

indoPetroNews- Keinginan Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan, untuk mendudukan kembali Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Salah satunya dari pengamat Energi dari Energy Watch Ferdinand Hutahaen.

“Ini sangat menghilangkan rasionalitas manusia. Bila benar, inilah drama memalukan bagi negara karena seolah-olah menyatakan di negeri ini tidak ada lagi orang yang mampu menjadi Menteri ESDM,” tegas Ferdinand kepada indoPetroNews.com Kamis petang (18/8/2016) di Jakarta. Ini penghinaan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Arcanda Tahar, lanjut Ferdinand, dikhawatirkan membawa misi tertentu dan tidak independen karena tiba-tiba langsung bisa menduduki kursi orang nomor satu di lingkungan Kementerian ESDM. “Selain ada sponsornya tentu membawa misi tertentu dari orang yang di belakangnya,” imbuhnya.

Dia menuding Arcandra membawa kepentingan Amerika yang menguasai sumber daya alam Indonesia. “Kita khawatir Arcandra adalah titipan pihak asing,” kata Ferdinand, sembari mengimbuhkan bahwa klaim  Luhut Binsar Pandjaitan bahwa nilai investasi yang dibutuhkan hanya sebesar 15 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 19,3 miliar dolar AS di Blok Masela berkat kebijakan Arcandara adalah pernyataan sepihak.

Jelasnya bagaimana? “Plan of Development (PoD)  Masela dibuat offshore oleh pihak Inpex tetapi Presiden Jokowi memutuskan dikelola dengan skema onshore. Artinya, akan ada revisi PoD yang tidak sebentar. Revisi PoD nya kan belum diajukan oleh Inpex. Jadi, kalau dikatakan ada penghematan, bagaimana ceritanya sementara revisi PoD nya saja belum selesai,” kata Ferdinand.

Sementara itu, Jenderal TNI (Purn) H. Djoko Santoso, pendiri Gerakan Indonesia Memilih (GIM) menyatakan bahwa tata kelola sumber minyak dan gas bumi (migas) harus bersumber pada ideologi dan dasar negara. “Semua kekayaan alam di bumi nusantara harus diperuntukkan sebesar-besarnya  kemakmuran rakyat. Karena sumber daya alam dan migas itu miik rakyat,” tegas Djoko, kepada indoPetroNews.com Kamis petang (18/8/2016) di Jakarta,

Djoko juga tidak menampik bahwa faktanya saat ini masih banyak rakyat yang miskin. “Dan ini pekerjaan rumah (PR) kita,” imbuhnya. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login