IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » BIG Mendorong Terealisasinya Desa Mandiri Energi

BIG Mendorong Terealisasinya Desa Mandiri Energi

Written By Indopetro portal on Thursday, 22 September 2016 | 09:44

indoPetroNews- Salah satu komponen penting merealisasikan program Desa Mandiri Energi adalah ketersediaan peta desa, sebagai landasan untuk mengetahui potensi sumber daya alam di desa tersebut. Badan Informasi Geospasial (BIG) membantu ketersediaan peta desa dan mengidentifikasi daerah aliran sungai yang dapat dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), sehingga arah pembangunannya tepat sasaran dan terukur.

“ BIG sedang memetakan daerah-daerah yang mempunyai aliran sungai yang bagus untuk didorong dijadikan pembangkit listrik. Ini sudah kita lakukan di seluruh Jawa. Bukan hanya pemetaan daerah aliran sungai (DAS) tetapi juga sub DAS,” kata Kepala Pusat Standarisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial, Dr. Suprajaka, MT. kepada indoPetroNews.com Rabu (21/9/2016) di Jakarta. Hal ini untuk mendorong agar program Desa Mandiri Energi bisa direalisasikan.

Menurut Suprajaka, peta sub DAS dan potensi sumber airnya sudah disiapkan BIG bersama Kementerian Kehutanan. Selain itu, lanjutnya, juga mengintrodusir pemetaan tenaga surya, walaupun agak sulit karena tingkat keberhasilannya masih minim.

“Ada contoh yang sudah cukup bagus tekait dengan pembangkit listrik tenaga angin di daerah Yogyakarta, Kulon Progo dan Bantul Jawa Tengah. Pembangkit ini digunakan sebagai alat untuk mengangkat air dan penerangan,” tandasnya.

Selain di Jawa Tengah, pembangkit listrik tenaga angin juga dibangun di Sukabumi, Jawa Barat. Mereka menggunakan kincir angin sebagai mediatornya. “Kincir angin ini juga sedang dikembangkan di Sumba Timur,” kata Suprajaka.

BIG juga tengah membuat rancangan pilot project Desa Mandiri Energi melalui geothermal di Wonosobo, Jawa Tengah. Proyek tersebut dibangun bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

BIG, kata dia, mendorong agar program Desa Mandiri energi dapat lebih dikembangkan lagi. “Tentu harus ada kajian-kajian lebih mendalam tentang potensi angin, potensi sinar matahari, dan potensi gelombang. Apalagi era migas diprediksi akan segera berakhir,” kata Suprajaka sembari mengimbuhkan BIG pun juga melakukan pemetaan terkait peta minyak dan gas bumi.

“Ada kelompok kerja migas di IGT (Informasi Geospasial Tematik). Tapi levelnya bukan di skala desa, levelnya untuk skala 50.000 dan terkait dengan Kebijakan Satu Peta. Peta migas, mineral dan tambang itu untuk tingkat kabupaten dan provinsi,” ucap Suprajaka.

Sebagai catatan, Desa Mandiri Energi adalah desa yang dapat menyediakan energi bagi desa itu sendiri sehingga bisa membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan menciptakan kegiatan ekonomi produktif. Tujuan utama pengembangan desa mandiri energi adalah mengurangi angka kemiskinan dan membuka lapangan kerja serta untuk mensubstitusi bahan bakar minyak.

PLTMH adalah pembangkit listrik berskala kecil kurang dari 250 KW, yang memanfaatkan tenaga (aliran) air sebagai sumber energi. PLTMH juga dikenal sebagai “energi putih” dikarenakan instalasi pembangkit listrik seperti ini menggunakan tenaga gerak dari sumber daya alam (air) dan ramah lingkungan.

Membangun PLTMH dapat melestarikan keberlangsungan sumber daya air. Secara ekonomi, biaya operasinya relatif murah dibandingkan dengan pengoperasian generator diesel. PLTMH bisa beroperasi sehari penuh, lebih lama daripada pembangkit listrik tenaga matahari yang hanya bisa beroperasi pada siang hari. PLTMH pada umumnya dibuat dalam skala kecil di perdesaan terutama di daerah-daerah terpencil yang kesulitan atau belum mendapatkan akses listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN). (Sofyan)

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login