IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Direktur Eksekutif IRESS : Harga Gas Mahal Karena Keterlibatan Banyak Pihak

Direktur Eksekutif IRESS : Harga Gas Mahal Karena Keterlibatan Banyak Pihak

Written By Indopetro portal on Monday, 19 September 2016 | 12:50

indoPetroNews- Banyak sekali yang terlibat sehingga menyebabkan harga gas di dalam negeri mahal. “Dari segi Undang-undang Migas (minyak dan gas bumi) sudah sangat liberal,” kata Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara kepada sejumlah media, termasuk indoPetroNews.com Senin (19/9/2016) di Jakarta.

Padahal Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan untuk dan minta diubah sekian pasal. Namun faktanya hingga kini, baik oleh anggota DPR dan pemerintah belum melaukan proses amandemennya.

Selain itu, lanjut Marwan, pihak trader (karena UU Migas sudah liberal) otomatis juga masuk di situ. “Kalau kita mau konsisten dengan pasal 33 UUD (Undang Undang Dasar) 1945, ini menyangkut sektor strategis yang dibutuhkan oleh hajat hidup orang banyak. Kenapa pula kita persilakan mereka, yang akhirnya berkontribusi terhadap tingginya harga gas,” tandas Marwan.

Lebih jauh Marwan memaparkan, dari segi infrastruktur, dari sekitar 8.000 km panjang pipa transmisi dan distribusi, kontribusi para trader hanya sekitar 400 km. “Coba saja bandingkan 8.000 km dibanding 400 km. Tapi mereka punya hak niaga. Padahal niaga ini bisa dilakukan oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara), seperti PGN (Perusahaan Gas Negara) dan Pertamina,” lanjutnya.

Selain itu, kata Marwan, dari yang liberal, soal harga gas dalam peraturan yang lama (turunan dari Undang-undang/UU Nomor 22 Tahun 2001) adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2004. “Harga gas itu diserahkan kepada badan usaha untuk ditetapkan. Setelah ada gugatan ke MK, itu diputuskan diganti tapi digantinya baru tahun sekarang ini,” ucap Marwan. Jadi, sudah terlalu lama bermasalah.

Pemerintah tidak menggunakan kekuatan untuk memerintah dan mengatur harga gas agar benar-benar wajar. “Kalau ada trader pun, misalnya, itu kan bisa diatur berapa harga gas yang wajar. Bagitu pun dengan BUMN harus mengambil keuntungan yang wajar sehingga semuanya harus mendapatkan keuntungan yang adil,” tandas Marwan. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login