IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » DPR Dorong Pertamina Kelola Blok Migas yang Akan Habis Masa Kontraknya

DPR Dorong Pertamina Kelola Blok Migas yang Akan Habis Masa Kontraknya

Written By Indopetro portal on Tuesday, 6 September 2016 | 09:50

indoPetroNews- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong Pertamina (Persero) untuk meneruskan kontrak karya blok minyak dan gas bumi (migas) yang telah jatuh tempo. Kendati demikian, pihak anggota legislatif merasa terkejut dengan data yang menyebutkan saat masa transisi alih kelola dilakukan Pertamina, justru produksinya turun signifikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh anggota Komisi VII DPR Mulyadi. “Kita terkejut kenapa ini terjadi. Kalaupun terjadi penurunan kita harapkan tidak terlalu drastis angka penurunannya,” kata Mulyadi, kepada indoPetroNews.com Senin (5/9/2016) di Jakarta. Oleh karena itu, pihaknya mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini untuk terus meningkatkan kemampuannya.


Pihak dewan legislatif, lanjut Mulyadi, menginginkan agar Pertamina menjadi tuan di rumah sendiri. "Kedaulatan dan kemandirian energi harus segera dicapai," tandas politisi Partai Demokrat ini. .

Dari data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), pada 2016, tidak ada blok habis kontrak. Pada 2017 terdapat empat blok akan habis, yaitu Mahakam dengan operator Total EP Indonesie, Offshore North West Java (ONWJ) yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi, Attaka (Inpex Corp), dan Lematang (PT Medco EP Indonesia).

Pada 2018, ada delapan yakni Blok Tuban yang dikelola Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina, Ogan Komering (JOB Pertamina-Talisman), North Sumatra Offshore B (ExxonMobil). Kemudian Southeast Sumatra (CNOOC), Tengah (Total), NSO Extention (ExxonMobil), Sanga-Sanga (Vico Indonesia), dan West Pasir dan Attaka (Chevron Indonesia Company).

Pada 2019, terdapat empat blok yakni Bula dengan operator Kalrez Petroleum, Seram Non Bula (Citic), Pendopo dan Raja (Pertamina-Golden Spike), dan Jambi Merang (JOB Pertamina-Hess).

Tujuh kontrak habis pada 2020 yakni South Jambi B (ConocoPhillips), Malacca Strait (Kondur Petroleum), Brantas (Lapindo), Salawati (JOB Pertamina-Petrochina), Kepala Burung Blok A (Petrochina), Sengkang (Energy Equity), dan Makassar Strait Offshore Area A (Chevron Indonesia Company).

Terakhir, pada 2021, ada empat blok yakni Rokan (CPI), Bentu Segat (Kalila), Muriah (Petronas), dan Selat Panjang (Petroselat). (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login