IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Ekspor Gas Tidak Berikan Nilai Tambah bagi NKRI

Ekspor Gas Tidak Berikan Nilai Tambah bagi NKRI

Written By Indopetro portal on Friday, 30 September 2016 | 11:14

indoPetroNews- Seiring berkembangnya industri di dalam negeri, kebutuhan gas semakin besar. Sayangnya, gas yang diproduksi dari dalam negeri justru diekspor.

“Beberapa petrokimia yang ada di Indonesia, seperti di Kalimantan Timur, yang feedstock-nya dari gas, bukan dari crude, itu seringkali produk akhirnya sampai pupuk atau methanol. Sedan gasnya kemudian mayoritas diekspor sehingga added value-nya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) minimum tidak maksimal,” kata Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Muliawan, Kamis (29/9/2016) di Jakarta.

Menurut penuturan Muliawan, belakangan ini terjadi lonjakan permintaan gas untuk produk petrochemical di Indonesia. “Namun harga yang diminta dan ditawarkan relatif kecil sehingga dalam pengembangan lapangan (dengan standar kita) sering tidak ketemu keekonomian lapangannya,” katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, ke depan, kita harapkan yang terbangun di Indonesia adalah komplek petrochemical , dari upstream petrochemical hingga downstream petrochemical hingga bijih plastik. “Dan ini menurut hemat kita akan menambah added value yang sangat banyak bagi bangsa Indonesia. Jadi, dari sisi itu kita akan mendapatkan banyak manfaat,” paparnya.

Dia juga mengemukakan, dari aspek upstream-nya, memang saat ini, kendalanya adalah harga gas yang diminta. Oleh karena itu, perlu memahami komplek petrochemical ini, kebutuhan mereka terhadap gasnya, terutama speknya, apakah kita bisa juga melakukan suatu kajian yang holistic dari upstream hingga downstream sehingga bisa menghindari adanya redundusi proses pemurnian atau redundusi proses-proses penghilangan gas-gas kotor yang ada di gas alam itu sendiri.

“Kalau seandainya sudah ada situ remover di petrochemical untuk konserter yang dekat dengan lapangan kita, ya barangkali kita tidak perlu lagi melakukan situ remover. Barangkali ini perlu kita dalami sehingga tidak ada duplikasi proses di situ,” katanya.

Dengan demikian, secara nasional, lanjut Muliawan, pemerintah dapat mulai membangun dari mulai upstream bisnis migasnya sampai dengan petrochemical secara efisien dilihat dari segi holistic kajian dari mulai upstream sampai downstream petrochemical.

“Inilah tantangan bagi kita bagaimana harus mengerti, memahami dan mendalami proses technical dan informical di industri petrochemical. Kita juga perlu memahami volume yang menghasilkan economic offskill dari petrochemical yang terbaik bagi industri ini sehingga bisa beroperasi secara efisien dari dua sisi,” tandas Muliawan. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login